HYTM by SanDwiky

HYTM by SanDwiky

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bercerita bagaimana aku banyak belajar darimu. Bagaimana mengindahkan perempuan, memiliki rasa secukupnya, belajar percaya, dan juga belajar untuk terus hidup. . Singkatnya begini... Seperti layaknya seseorang yang jatuh cinta pertama kali, kita pasti senang, ingin selalu bersamanya, dan tentu ingin memilikinya. Tapi sadarkah? terkadang ketika kita terlalu mencintai dan ingin memilikinya, kita malah melukai. . Dan... Ketika kita mencintai seseorang, apakah kau ingin dia selalu tersakiti olehmu? Ketika kita menyakiti seseorang, apakah tidak ada penyesalan? Seketika itu aku menyadari, sejak awal aku bertemu denganmu, aku belum siap. Dan aku akan belajar darimu... So, it's how you teach me. ***** Cerita ini sebagian besar berdasarkan pengalaman
All Rights Reserved
#763
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)
  • ARIANA ( Lengkap )
  • DEPHELINE
  • RAYANA Transmigrasi
  • Mengapa Harus Jatuh Cinta ?
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Need You
  • Three Targeted Girls!!

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines