Selama nafas ini behembus, selagi itu cinta ini terus bernyawa -Haris -
Sulit untuknya meluahkan rasa hati pada sahabatnya. Tapi lagi sulit untuknya menahan rasa pedih dalam hati setiap kali dia menafikan perasaannya pada sahabatnya itu Haris. Tapi itu lebih baik baginya, daripada rasa takut kehilangan sahabatnya. Walaupon dia tahu Haris sangat berharap cintanya diterima. Bukan tidak mahu terima, tapi takut akan rasa kehilangan.
Munculnya Zairil, yang sering membakar api dalam dada Aira buatkannya asyik berlawan kata dengan Zairil. Tapi siapa sangka Zairil terpikat tanpa sedar akn kerasnya sikap Aira yang kuat melawan kehendaknya. Hatinya dalam diam menyimpan rasa. Mana mungkin dia mampu pikat hati Aira yang dingin itu.
Tapi ini bukan tentang siapa yang mampu menawan hati Aira. Ini tentang siapa yang dituliskan untuk menjadi peneman sehidup sematinya Aira. Mampukah menerima takdir?.
All Rights Reserved