Two Dots Alive

Two Dots Alive

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2024
Aku menulis ini untukmu, Sabiru. Sebab meski seluruh dunia bilang aku akan melupakanmu dan jatuh cinta lagi, kamu abadi dalam tulisanku. Sebuah bukti nyata bahwa aku pernah begitu tidak ingin kehilanganmu. Kamu mungkin tidak akan suka, seperti yang kamu bilang, kisahnya menyakitimu. Menulisnya juga menyakitiku, Sabiru.
All Rights Reserved
#433
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HATRED [On Going]
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • Semu [Completed]
  • The Rain [SoonHoon]
  • DESTINY'S OF TWO FRIENDSHIP || ON GOING
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • DON'T LEAVE ME [ YIZHAN ] End☑️
  • TAK BERSAMBUT

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines