Pradipta & Aksara

Pradipta & Aksara

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 6, 2024
"Pra, bagaimana kalau kita pergi dan tidak kembali, sebab kadang aku terus berfikir kalau perpisahan ini tidak benar-benar terjadi. tidak ada perpisahan, ini hanya kebohongan kami." suara itu perlahan mengisi seluruh ruangan dikamar ini, terdengar jelas namun tak nyaring. seseorang, seseorang itu sedang menangis. meneteskan perlahan air matanya jatuh dilayar handphone nya, terlihat sebuah pesan masuk yang telah dibacanya yang tidak lain adalah sebuah pesan perpisahan. "aku tidak bisa kembali untukmu, bahkan untuk bertemu denganmu aku sudah gak bisa. kamu dan aku sudah tidak ada lagi dalam sebuah hubungan. jadi, untuk apa memulai sebuah pertemuan lagi?" pesan itu seketika menjelma ketakutan yang datang secara tiba-tiba. seseorang itu tidak henti-hentinya menangis. seperti manusia yang sudah tidak lagi punya harapan hidup. atau mungkin seseorang itu sekarang adalah seorang pasien dengan riwayat penyakit cancer yang akan membunuhnya dalam waktu dekat? entah lah, kadang cinta bisa membuat seseorang menjadi seorang yang tak dikenal. semesta.. kau lucu dalam hal perasaan manusia. lihatlah, apa tidak ada sedikit simpati pada seseorang itu? kau menempatkan dia pada kebahagiaan yang tidak sejati. hingga membuatnya terluka sedemikian hebat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2 Reflection
  • C²LV
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Sekali Lagi (End)
  • Our Journey To Love
  • If we can together
  • Luka & Lara (Completed)

'People come and go' sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan segudang makna. Kadang, kita tak bisa memaksa siapa pun untuk tetap tinggal. Kadang, semesta perlahan menarik mereka menjauh, meski hati kita memohon agar mereka tetap di sini. Tapi.... Akankah cinta kita bertahan? Akankah cinta ini terus hidup, bahkan hingga maut memisahkan kita? Percayalah, tak ada seorang pun yang benar-benar mencintai momen perpisahan. Setiap perpisahan selalu membawa luka, selalu meninggalkan sepi. Kau tau? Hal paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukanlah sekadar kehilangan, melainkan kenangan berupa serpihan momen indah yang pernah diukir bersama. Ia tak mati, justru hidup di tiap sudut pikiran, membunuh perlahan kewarasan, meremuk remuk hati yang telah renta oleh rindu, melahap tanpa ampun jiwa-jiwa yang rapuh, meninggalkan raga yang tergolek pasrah di altar sunyi penantian tanpa ujung. Namun, kita sudah berjanji kan? Kita akan tetap berjalan beriringan, meski badai mencoba memisahkan, meski waktu perlahan memudarkan, meski dunia perlahan melupakan. Dan bila kelak akhir itu datang, biarlah aku tetap menggenggam tanganmu, dalam sunyi, dalam gelap, hingga hanya detak terakhir menjadi saksi, bahwa cinta kita tak pernah mati. ••••• Start : 1 Juni 2025 Finish : By Tres Alas

More details
WpActionLinkContent Guidelines