Rumah Kedua Kami

Rumah Kedua Kami

  • WpView
    Reads 4,946
  • WpVote
    Votes 563
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Di sebuah rumah sederhana yang disulap menjadi ruang belajar penuh kasih, sekelompok anak berkebutuhan khusus menemukan tempat yang akhirnya bisa mereka sebut sebagai rumah kedua. Sekolah Kombel Diva Suruh bukanlah sekolah yang megah. Dindingnya dipenuhi gambar-gambar sederhana, rak bukunya tidak terlalu banyak, dan halaman depannya hanya ditumbuhi beberapa pohon yang selalu memberi keteduhan. Namun, di sanalah anak-anak belajar bahwa setiap langkah kecil adalah sebuah keberanian. Kak Dinar, Kak Dimas, Kak Rere, Bu Ida, Pak Widi, Pak Gunawan, Pak Kris, Pak Darsu, Bu Juju, Tante Femi Queen, Bunda Yani, Ayah Deden, serta seluruh guru dan relawan berusaha mendampingi setiap anak dengan penuh kesabaran. Mereka percaya bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, tetapi semuanya berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh. Di antara tawa, tangis, tantrum, pelukan, dan senyum sederhana, Aini, Afifah, Davin, Rizki, Oliv, Alfa, Dwi, Juhdi, Naya, Aulia, Darul, Naufal, Rahma, Rasya, Nensy, Nabila, dan Aura perlahan menemukan keberanian untuk mengenal dunia. Rumah Kedua Kami adalah kisah tentang harapan, keluarga yang tidak selalu terikat oleh darah, serta cinta yang hadir melalui kesabaran. Sebab terkadang, rumah bukan hanya tempat untuk pulang, melainkan tempat di mana seseorang diterima apa adanya.
All Rights Reserved
#20
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Nagai Hikari (Love, Lost, Sacrifice) - END
  • AURORA
  • ANGKASARAYA
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Àirén : Lontar Kuno Kisah Putri Mayleen ~ Completed
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Langit Senja [end]
  • Dirgantara
  • ALTAR RASA | END ✓ |

Seorang pria yang tiba-tiba muncul di malam itu, menawarkan bahunya untuk bersandar dan ketulusan hati yang tak tergoyahkan bagi Della. Selama ini, Della terperangkap dalam bayang-bayang masa lalu yang terus menghantuinya. Namun, kehadiran pria itu membawa perubahan, memberinya keberanian untuk menghadapi dan berdamai dengan luka lama yang tersimpan di relung hatinya. Malam itu, sebuah janji sederhana namun penuh makna terucap-janji yang akan terus terpatri dalam ingatan Della, "Mulai sekarang, mari kita rayakan semua yang tidak pernah kamu rayakan saat kecil." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines