AFTER
  • WpView
    Reads 1,311
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Nayaka remaja tengah duduk di depan kantor kepala sekolah dengan rambut berantakan dan seragam nya yang sedikit terkoyak serta beberapa Luka cakaran di pipinya, imbas dari perkelahian dengan temannya tadi . " Om aku harus gimana lagi biar papa ngasih sedikit perhatian ke aku? " Tanya gadis itu dengan nada frustasi. Sementara pamannya menarik nafas dalam dan menjawab " yang jelas ini cara yang salah Nay, tunjukin ke papa kamu walaupun kamu perempuan kamu bisa di andalkan " Sejak itu Nayaka bertekad keras menjadi apa yang di inginkan ayahnya. Tetapi ketika dia berusaha mendapatkan pengakuan dari sang ayah, Ayahnya tiba-tiba meninggal dunia .... Apakah yang akan terjadi kepada Nayaka "SETELAH" ini ? "AFTER "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Mr. Crazy [ END ]
  • Love Attack
  • La Vie en Rose
  • ARTAN
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • I Loathed Wedding  END✅🔚

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines