Fantastic Year

Fantastic Year

  • WpView
    Membaca 1,807
  • WpVote
    Vote 181
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 18, 2024
Bagi Qarell, hidup Xarell ideal. Terkenal. Tajir. Mudah untuk mendapat keinginan yang selama ini sulit ia miliki. Diam-diam Qarell iri. Hidupnya berbeda jauh yang hanya pas-pasan dan tanpa ada kemewahan. Suatu malam, Qarell mengantar pulang Xarell yang sepertinya tidak enak badan setelah sama-sama singgah di suatu tempat. Lalu sesuatu terjadi tanpa bisa ditolak. Peristiwa berdarah itu membuat Qarell seperti tinggal seujung nyawa dan merasa kematian sudah di depan mata. Nyatanya belum waktunya Qarell enyah dari bumi ini. Qarell selamat, meskipun semua jadi tampak membingungkan. ***
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#465
twin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ambisi (The Wrong Part Of Town)
  • Red Blood •[EN-]•
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Short Stories
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Semua Belum Usai [END]
  • My Beloved Brother (Danu dan Damar)  Spin Off Arga ; Repihan Rasa
  • STARLA
  • Hanya Butuh Rumah Untuk Pulang

"Kamu gak masalah ya ngeliat cewek ngerokok?" tanya Ara kepada Farel. *** "Rell, aku lagi buntu banget. Udah 3 hari ni aku dikos temen aku karna lagi ribut sama mama" *** "Aku boleh make uang kamu lagi gak?..." *** "Mungkin ada yang mau dibilang nya ke lu Rel, mungkin dia mau cerita sama lu. Bisa jadi dia nyaman sama lu, terus dia mau nyeritain semua permasalahan dia selama ini," ujar Puma menjelaskan. *** "Saran gua, lu bisa pulang tanpa harus ngabarin dia. Gak usah kasih dia kabar sama sekali!" ujar Puma dengan tegas. *** Kedatangan Farel bersama ibunya ke Kota Padang benar-benar ditunggu. Peristiwa yang menyedihkan langsung menyambut mereka sehari setelah mereka sampai. Farel yang telah menyelesaikan kuliahnya pun harus menemani sang ibu bersama nenek untuk sementara waktu. Akan tetapi, pertemuan Farel dengan beberapa anggota keluarga yang lain telah menimbulkan ambisi dalam dirinya. Ambisi yang benar-benar harus dikejar. Disisi lain, pertemuan Farel dengan Ara di Kota tersebut, sempat membuat Farel sedikit goyah. Secara tidak sengaja, Ara telah menunjukkan kepada Farel bahwa ia sedang berada di bagian kota yang salah, dan kini Farel pun telah memasuki bagian kota tersebut. Beruntung Farel bertemu dengan beberapa teman baru yang bersumber dari teman satu kampus sahabat nya ketika SMA. Salah satunya adalah Puma. Farel semakin bingung. Manakah yang ia pilih? Tetap berada di bagian kota yang salah bersama Ara, atau mengikuti saran dari teman barunya untuk meninggalkan Ara dan pergi mengejar ambisinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan