Mungkin Aku Telah Melepaskanmu

Mungkin Aku Telah Melepaskanmu

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 13, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Level tertinggi mencintai seseorang ialah saat kita mulai ikhlas untuk memilih melepaskan. Bukan tidak ingin bertahan, melainkan kita pun tau bahwa perjuangan apapun tak mengubah apa apa. Tidak semua orang bisa melakukannya. Karna pada dasarnya manusia adalah orang paling munafik di muka bumi ini. Mereka selalu berkata ikhlas pada mulutnya, tetapi merasa terluka dalam hatinya. Manusia sering membohongi diri sendiri agar terlihat kuat, namun sayangnya sang maha kuasa telah melihat semuanya. Mengikhlaskan juga bukan berarti menyerah pada tujuan yang sudah kita siapkan. Tetapi mencoba menerima semua yang di berikan Tuhan dengan tulus dan tanpa pamrih. Jadi jangan pernah menyalahkan Tuhan jika sesuatu pada diri kita yang tidak sesuai dengan rencana. Pada dasarnya kita memang mahluk Tuhan yang harus banyak di uji. ------------------------ " Jika kamu mencintainya, maka lepaskanlah dan biarkan dia pergi. Karna puncak tertinggi dalam mencintai adalah mengikhlaslan " --------------------------------------------- Tetapi kita sebagai manusia jangan terlalu mengharap sesuatu pada manusia juga, karena mereka lebih lemah dan tidak sempurna. Menaruh harapan pada manusia adalah seni paling sederhana untuk menderita. Penderitaan itulah yang akan membuat hati kita merasa kotor dan kecewa. Sekarang aku sudah mulai belajar ikhlas menerima semua yang sudah di takdirkan untukku. Aku banyak belajar dari kisah yang pernah kita rangkai berdua. Aku dan kamu mempunyai takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan. Oleh karena itu, aku sudah ikhlas dari hati ku paling dalam untuk melepaskanmu. Mencintaimu adalah hal yang paling indah sepanjang hidupku, tetapi melepaskanmu adalah hal yang paling menyakitkan untukku. Aku pernah membaca buku yang berisi hadis dan mengingatkan kalimatnya yaitu : "Balas dendan terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik" - Ali bin Abi Thalib =========================================
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Mr. Baihaqi (Tersedia Di Bookstore)
  • Antara Timur Dan Barat [END]✔
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Dibawah Naungan Cinta
  • Alice [Completed]
  • Mengaguminya Dalam Taat
  • Mahkota Dari Fathee [SELESAI]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

Kisah ini sangat mengajarkan saya arti dari istiqomah yang sesungguhnya. Berubah karena Allah, mencintai karena Allah, melupakan karena Allah, persahabatan karena Allah, juga meyakinkan saya bahwa takdir tidak akan berpindah haluan. Apapun yang diniatkan, jika hanya untuk mencari Ridho Allah, In syaa Allah akan Allah mudahkan. Juga mengajarkan saya suatu peran seorang anak terhadap orangtua dan keluarga (Adik-adik). Dan membuat saya mengerti, apa yang kita usahakan dengan bersungguh-sungguh pasti akan kita tuai hasilnya. -Wilrosmalinda- Cerita Kurindu Baginda ini bikin aku baper, sekaligus terharu. Perjuangan Arsya memang hebat, seandainya masih ada orang yang benar-benar seperti itu di dunia ini. Cerita ku rindu baginda juga buat aku sadar bahwa cinta yang harus diutamakan adalah cinta kepada Allah dan Rasulullah. -Adila- [Salah satu review Kurindu Baginda] • Ketika semua pertanyaan yang ada di hidup ini tak dapat satu pun orang yang mampu menjawabnya, Maka ketika itu pun hatiku berkata, "Ya Rasulullah, seandainya kau masih bersama kami. Maka, tuntaslah segala rasa rindu serta ketidakberdayaan kami dalam menaungi kehidupan di akhir zaman ini." -Arsya- Ini kisahku Ketika sebuah kata yang disebut 'hidayah' telah diberikan Allah padaku. Kisahku ini dimulai ketika semua telah berubah. Tak lagi sama dan tak lagi asyik, kata mereka. Ini kisahku Kisah dimana aku sangat merindukan beliau. Kisah dimana aku sangat merindukan Kekasih Allah. Ya. Itu adalah dikau wahai Rasulullah. [TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA] 📌 FYI : Cerita ini belum direvisi baik segi kepenulisannya hingga isi ceritanya.Jika menemukan kesalahan dalam penyampaian ilmu kiranya bisa diingatkan. Jazakumullah khoir. 🌻

More details
WpActionLinkContent Guidelines