Story cover for Dia Abadi by imarsmwtyy_
Dia Abadi
  • WpView
    Bacaan 1,939
  • WpVote
    Undian 178
  • WpPart
    Bahagian 55
  • WpView
    Bacaan 1,939
  • WpVote
    Undian 178
  • WpPart
    Bahagian 55
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Jul 09, 2024
Prolog

Cinta pertama datang tanpa aba-aba. Bukan tentang janji, bukan pula tentang akhir yang pasti. Hanya tentang perasaan yang tumbuh diam-diam-di bangku sekolah yang penuh tawa dan canda.

Namaku AzeelaAnastasya. Sudah tujuh tahun berlalu sejak pertama kali aku menaruh hati pada satu nama: Darel putra mahardika. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas Tujuh SMP-lugu, canggung, dan terlalu takut untuk mengaku.

Waktu terus berjalan. Aku tumbuh. Dunia berubah. Tapi perasaanku padanya... tetap sama. Mungkin terdengar bodoh-menyukai seseorang selama itu tanpa pernah benar-benar tahu apakah dia pernah menoleh ke arahku.

Tujuh tahun. Bukan waktu yang singkat. Tapi bagiku, setiap detik yang kuhabiskan menyimpan namanya di sudut hati, adalah perjalanan yang belum selesai. Ini bukan sekadar kisah cinta masa remaja. Ini adalah cerita tentang rasa yang tak pernah pergi, tentang harapan yang diam-diam bertahan, dan tentang aku-yang masih menyukainya... sampai hari ini.

Ini lah Kisahnya dimulai dari 7 tahun yang lalu.
Hak Cipta Terpelihara
Jadual kandungan
Daftar untuk menambahkan Dia Abadi pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#1diaabadi
Garis Panduan Isi
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rasa Tanpa Nama cover
Sratched Heart | Yizhan |END| ✔️ cover
NAYYARA  cover
Arsyilazka cover
Cinta Tapi Cinta? cover
THE NOBLES cover
Ex or New? [REVISI] cover
Garis Takdir kita cover
Cinta Gus Azzam Hanya Milik Dijah cover
The main character who died in a previous life but I came back to life (Yizhan) cover

Rasa Tanpa Nama

10 bahagian Sedang Ditulis

Sejak SMP, hanya ada satu nama yang diam-diam mengisi hari-hariku seorang gadis kecil, ceria, dan pintar. Ia selalu menjadi bayangan di benakku, sosok yang tak pernah benar-benar pergi... bahkan hingga hari ini. Tujuh tahun berlalu begitu cepat, namun kenangan bersamanya tetap indah dan tak tergantikan. Mungkinkah aku akan bertemu seseorang sepertinya lagi? Atau mungkinkah aku bisa mencintai orang lain tanpa dia tahu? Aku rasa tidak. Aku bukan tipe yang mudah berpindah hati. Aku tak ingin memberi ruang pada siapa pun untuk menggantikan tempatnya. Aku memilih bertahan, meski tanpa koneksi, tanpa percakapan, tanpa kabar. Bahkan, tanpa tahu apakah dia... atau aku... masih memikirkan nya. Namun, di tengah semua keraguan dan rasa rindu yang terpendam, sebuah pertemuan tak sengaja terjadi. Di saat yang tak terduga, di tempat yang tak pernah kukira, aku dan dia berdiri kembali di satu titik yang sama. Akankah perasaan lama itu kembali menyala? Ataukah semuanya telah berubah... selamanya?