27 parts Ongoing Menjadi yang pertama lahir bukan sekadar perkara urutan, tapi sebuah peran yang harus diperankan dengan sempurna. Sejak kecil, diajarkan untuk mendahulukan, untuk memahami sebelum dimengerti, untuk berdiri tegak meski kaki sendiri gemetar menahan beban.
Sulung selalu diajarkan untuk menjadi dewasa lebih cepat, untuk tidak menangis, untuk menjadi panutan. Tapi apakah ada yang pernah bertanya-bagaimana rasanya menjadi yang pertama, namun sering merasa sendirian? Bagaimana rasanya menanggung ekspektasi tanpa pernah punya tempat untuk bersandar?
Di balik nama sulung, ada impian yang dikorbankan, ada air mata yang tak sempat jatuh, ada suara hati yang perlahan kehilangan tempatnya. Ini bukan hanya kisah tentang tanggung jawab, tapi juga tentang perjalanan menemukan jati diri di antara tuntutan yang tak pernah usai.l