Varesh Andhikara Kavindra

Varesh Andhikara Kavindra

  • WpView
    LECTURAS 166
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 1, 2024
Varesh Andikara Kavindra, seorang remaja laki-laki yang memiliki kehidupan dengan tulisannya. Dari semua laki-laki yang mudah mengutarakan perasaannya, sedangkan ia tidak. Tidak mudah untuk mengutarakan perasaannya kepada orang lain dan dia lebih memilih memendamnya, sehingga salah satu cara terbaik untuk mencurahkannya yaitu dengan cara menulis. Ini adalah kisah Varesh yang sedang mencari cintanya, mencari jawaban dari pertanyaan yang terus berdatangan. Ia adalah laki-laki paling beruntung ketika tahu cinta itu dari seorang Wanita yang terus berada disampingnya. Bagi Varesh, cinta dalam diam adalah bahasa cinta yang paling tulus dan indah. Tetapi pada kenyataannya adalah Varesh pernah jatuh cinta sebelum dia menemukan cintanya lagi. Jadi, cinta yang mana yang harus Varesh relakan. "Dalam diam, cinta hadir dengan keikhlasan dan ketulusan yang tiada tara." "Perpisahan paling menyakitkan, ketika ceritanya belum selesai..."
Todos los derechos reservados
#348
penulis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BARA [Complete]√
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • Di Balik Layar [Completed]
  • Rainangkasa #2 [END]
  • DIARY DAN DARA (√)
  • The Last Birthday With You
  • Warna Untuk Pelangi [✓]

Sebagai bukti jika aku pernah mencintai seorang lelaki dengan sungguh-sungguh. Namun tak pernah terucap oleh lisan, hanya bisa kupendam, tanpa berani mengungkapkan. *** Bercerita tentang seorang Garis yang mencintai secara diam salah satu temannya yang bernama 'Rainald Barbara Danendra' "Aku selalu ada bersama pelangi yang membuatmu tak bisa melihat ku. Dia begitu Indah hingga menutupi aku yang selalu ada menjadi bayang bayang pelangi, aku tidak tau caranya menjadi pelangi itu agar kamu melihatku" -Valerin Sirena Queeny.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido