Story cover for RANU SAKUTA by berpijaraya
RANU SAKUTA
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 10, 2024
Mature
Murup, hidup- sudahkah engkau menjawab sabdaNya. Menjumpai segala hal yang terpendam. Segala hal yang tak kau kira tentu jua tak masuk di akal dan tak akan kau terima.

Masuk ke dalam hidupku, mencumbu tiap larik kenestapaanku. Mungkin sudi kau tertawa, mencermati tiap-tiap kebodohan pelik yang aku laku. Takut nantinya kau akan memaki; wajar pula aku bersikap apatis; takut untuk menjunjung keadilanku. Fakta bahwa diriku tak hanya dilucuti harga dirinya, ternyata aku jua rendah di mata semesta. Tertawa, nyaring di telinga. Aku syukuri jikalau kau taat untuk tak bersuara.
All Rights Reserved
Sign up to add RANU SAKUTA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Diksi Matahari ⛅ (TAMAT) by Nissu_Elftanora
21 parts Ongoing Mature
" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.
You may also like
Slide 1 of 9
BRIDE KIDNAPPING cover
Inikah Namanya Cinta? cover
MY LIFE cover
Diksi Matahari ⛅ (TAMAT) cover
Sengaja cover
Magic Hour [SeulRene] ✓ cover
Something is Wrong with the Goddess cover
Complete (END)  cover
ILY MY ENEMY [END✓] cover

BRIDE KIDNAPPING

15 parts Ongoing

"Liburan berujung petaka." Begitulah kira-kira kalimat yang tepat menggambarkan nasib Deyana Evalee Matayava. Gadis Indonesia yang berpetualang di salah satu negara Asia Tengah. Demi memanfaatkan masa libur, Deyana memilih menghabiskan waktunya selama sebulan penuh di negara tersebut. Entah dari mana ide itu muncul-Deyana tiba-tiba menjatuhkan pilihannya untuk pergi kesana. Namun sayang, negara Kyrgyzstan ternyata tidak seindah yang dia bayangkan. Deyana akui jika ini memang kesalahannya. Memilih negara asing tanpa ingin mencari tahu dulu. Akibat terlalu bersemangat membuatnya jadi tertimpa musibah. Hidup yang penuh kesenangan berubah 180 derajat menjadi kemalangan. Memang sudah menjadi hukum alam jika kehidupan tidak selamanya indah, pasti akan ada peristiwa yang kurang mengenakkan terjadi. Dan kini Deyana hanya bisa pasrah, mencoba menerima keadaan namun tetap berharap semoga masih ada peluang kebebasan untuknya nanti. __________ "Sesuai tradisi, anda telah dipilih untuk menjadi mempelai dari pengantin pria. Dan anda tidak punya hak untuk menolak." ucapnya tegas dengan raut wajah datar. Mata Deyana langsung terbelalak lebar. "Pe-pengantin?" "Iya. Anda akan segera menikah." "W-WHAT?!!" Bacalah selagi masih On Going Hak Cipta sepenuhnya berada di tangan penulis!