Surrender

Surrender

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2024
Aline meyakini bahwa kematian kakaknya disebabkan kecelakaan saat pria itu sedang melakukan balapan motor. Ia terpukul dengan kepergian saudara satu-satunya. Namun, tanpa sengaja ia mendengar percakapan beberapa orang tentang kematian sang Kakak. Dari sana ia mulai merasa ada yang janggal. Apakah benar kakaknya meninggal karena kecelakaan? Mulai saat itu Aline dengan diam-diam mencari bukti seorang diri tentang kematian kakaknya. Bukti demi bukti ia temukan. Lalu, apa jadinya jika bukti yang ia dapatkan mengarah pada suatu kelompok dimana kakanya berada dalam kelompok tersebut? Dimana kelompok tersebut diketuai oleh Gala, seseorang yang sudah sangat ia percaya, dan mungkin, sudah membuatnya jatuh hati? Apa yang harus ia lakukan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Adrian & Ayla
  • My Life Partner
  • Misunderstanding
  • Argithan √
  • Garis Fana [Terbit]
  • Salah Siapa?

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines