Aku tidak dibesarkan di tengah tawa dan kehangatan keluarga.
Tapi di tengah dinginnya suasana rumah, nasi yang dihemat untuk esok hari, dan suara-suara yang membuatku merasa tak layak bermimpi.
Ini cerita tentang seorang siswi SMA yang hanya ingin lulus, kuliah, dan hidup tenang tanpa dihantui masalah yang bahkan orang dewasa pun kesulitan menanggungnya.
Tapi hidup tidak semurah harga formulir beasiswa.
Ketika dunia bilang aku terlalu muda untuk stres, tapi juga terlalu miskin untuk punya pilihan, aku cuma bisa bertanya:
Apa salahku lahir dari keluarga yang sedang berjuang?
Ini bukan kisah inspiratif. Ini cerita tentang bertahan.
Tentang bagaimana aku menyimpan tangis, menjual waktu, dan tetap memeluk harapan.
All Rights Reserved