What Poverty Stole From Me

What Poverty Stole From Me

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
Aku tidak dibesarkan di tengah tawa dan kehangatan keluarga. Tapi di tengah dinginnya suasana rumah, nasi yang dihemat untuk esok hari, dan suara-suara yang membuatku merasa tak layak bermimpi. Ini cerita tentang seorang siswi SMA yang hanya ingin lulus, kuliah, dan hidup tenang tanpa dihantui masalah yang bahkan orang dewasa pun kesulitan menanggungnya. Tapi hidup tidak semurah harga formulir beasiswa. Ketika dunia bilang aku terlalu muda untuk stres, tapi juga terlalu miskin untuk punya pilihan, aku cuma bisa bertanya: Apa salahku lahir dari keluarga yang sedang berjuang? Ini bukan kisah inspiratif. Ini cerita tentang bertahan. Tentang bagaimana aku menyimpan tangis, menjual waktu, dan tetap memeluk harapan.
All Rights Reserved
#215
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Another Pain (END) ✔
  • 𝙓𝘼𝘾𝙄𝙀𝙍𝙔𝘼
  • Just Here ✓
  • BINTANG 1117
  • RUANG HAMPA (terbit)
  • Place That Called Home
  • The Hollow One
  • Cintaku Megalodon (SELESAI)
  • Kau Rumahku

[COMPLETED] [BELUM DI REVISI] Mereka pernah berkata, jika rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang. Mereka juga pernah berkata, jika keluarga adalah orang pertama yang akan menghantarkanmu pada kebahagiaan. Tapi baginya semua itu adalah dusta. Justru merekalah yang menorehkan luka yang teramat dalam hingga sulit untuk di sembuhkan. Perihal rasa sakit yang melebihi batas wajar. ⚠️ adegan yang tidak pantas dalam cerita ini, tidak untuk di tiru. Bijak dalam membaca, ambil segi positifnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines