ELQINAN

ELQINAN

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 30, 2024
Ini tentang kehidupan dimana seorang gadis cantik yang mati-matian mengalahkan asumsi dan pikirannya sendiri. Dimana dia yang selalu memiliki pikiran yang negatif untuk mengakhiri hidupnya. Dunia yang keras dan semesta yang menyuruh nya untuk mempunyai jiwa yang mandiri sebelum waktunya. Dunia begitu hebat... Dirinya begitu kuatt,tapi...Batinn dan mentalnya lemah. Dirinya kuat, tapi diiringi tangis dan air matanya. Dia Kuat,namun dia cengeng. Dia kuat,tapi sambil nangis. Dia tipe orang yang semua bisa dia hadapi dengan terpaksa, tapi sambil nangis. "NYERAH" 1 Kata yang mati-matian membuat dia hilang kendali dari pikrirannya. "CAPEK" 1 Kata yang dia ucapkan, berkali-kali, tapi dia Bisa. Bisa, tapi sambil nangis. Capek? Sakit? Sudah biasa baginya. "Aku bukan kuat,tapi sudah terbiasa" [Qinan Dwi Aksara] SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW DULU!! See youu
All Rights Reserved
#440
ketulusan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Sudut Luka Nazea
  • Cahaya [COMPLETED]
  • SCARRED GIRL [On Going]
  • When You Love Yourself (Tamat)
  • Hopeless
  • Gone(✔)🔚
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Long Waiting For
  • LUKA!

Nura Silviani tidak pernah membayangkan bahwa cinta yang tumbuh perlahan bisa hancur secepat itu. Arka datang sebagai angin tenang yang menghapus luka-luka lama, lalu berubah menjadi badai yang meluluhlantakkan semuanya. Mereka pernah saling percaya. Pernah saling membayangkan masa depan. Namun, kehidupan tak berjalan seindah rencana. Cinta diuji, luka disimpan, dan akhirnya-perpisahan menjadi akhir yang tak bisa dihindari. Saat Nura mencoba bertahan, Arka memilih melepaskan. Saat Nura menunggu di tengah gerimis, Arka menghilang dalam kabut diam. Semesta seperti tak ingin mereka bersama, meski hati masih saling menatap dari kejauhan. Dan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, perasaan itu tetap ada, tinggal di ruang paling sunyi dalam hati Nura. "Aku mencintaimu, bahkan saat semesta tak merestui."

More details
WpActionLinkContent Guidelines