ELQINAN

ELQINAN

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 30, 2024
Ini tentang kehidupan dimana seorang gadis cantik yang mati-matian mengalahkan asumsi dan pikirannya sendiri. Dimana dia yang selalu memiliki pikiran yang negatif untuk mengakhiri hidupnya. Dunia yang keras dan semesta yang menyuruh nya untuk mempunyai jiwa yang mandiri sebelum waktunya. Dunia begitu hebat... Dirinya begitu kuatt,tapi...Batinn dan mentalnya lemah. Dirinya kuat, tapi diiringi tangis dan air matanya. Dia Kuat,namun dia cengeng. Dia kuat,tapi sambil nangis. Dia tipe orang yang semua bisa dia hadapi dengan terpaksa, tapi sambil nangis. "NYERAH" 1 Kata yang mati-matian membuat dia hilang kendali dari pikrirannya. "CAPEK" 1 Kata yang dia ucapkan, berkali-kali, tapi dia Bisa. Bisa, tapi sambil nangis. Capek? Sakit? Sudah biasa baginya. "Aku bukan kuat,tapi sudah terbiasa" [Qinan Dwi Aksara] SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW DULU!! See youu
All Rights Reserved
#756
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • False Hopes
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • ARGA : THE SAVAGE BOY {END}
  • I Love You √
  • When You Love Yourself (Tamat)
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Long Waiting For
  • SCARRED GIRL [On Going]

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines