Maaf Tuan, Saya Terlambat Menyadarinya

Maaf Tuan, Saya Terlambat Menyadarinya

  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 11, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Penyesalan selalu datang belakangan Ternyata pepatah itu benar Sinyal sinyal yang kamu berikan kala itu hanya aku anggap iseng saja Tujuh tahun berlalu, namun perasaan itu masih ada Harapan itu tidak pernah padam Dan penyesalan itu masih sebesar saat kamu mengatakan selamat tinggal Tuan, tulisanku ini berisi interaksi kita yang sampai tujuh tahun tidak terlupa Sekarang dia akan menjadi abadi, disini Salam rinduku untukmu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#930
seniorhighschool
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • N O R A [on going]
  • PROMISE (NARUHINA)
  • My Junior My Love ✔️
  • Love Story-Mujshe.Dosti.Karoge《Sasuhina》
  • INTUISI [END]
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • My Diary
  • KELINCI DI PADANG ILALANG (Yizhan) End ✅

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan