Unwanted Resurgence[males Lanjut]

Unwanted Resurgence[males Lanjut]

  • WpView
    Reads 9,624
  • WpVote
    Votes 942
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 13, 2025
"Aku gak mau pindah keluar negri, aku mau tetap disini bermain bersama kalian, aku mau melakukan hal baru bersama kalian. aku, AKU MAU TETAP DISINI" ucap gadis itu dengan lantang dihadapan pemuda yang bertugas menjadi bodyguardnya itu dan juga paman nya yang sedari tadi memaksanya untuk ikut dengannya. - - "Kau, terlihat sehat untuk orang yang sudah mati" ujarnya pada Gio - - - "Kau bukannya sudah mati, dan kalau kau masih hidup berarti yang membunuh semua rekan kita itu kamu?" ujar pria itu dengan emosi yang tak terkendali - - "Kau harus mati atas penghianatanmu" ujar pria yang sangat percaya padanya ketika mereka masih baik-baik saja. - - "Aku tak tahu, apakah aku punya hak untuk dicintai!" ucap pria itu - -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Menanti Hangatnya Hati
  • Zoya adalah Venus• {END}
  • Janji Ya
  • TAKE CARE OF YOU
  • Hidup itu Luka

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines