RANIN #BagiandariRASA

RANIN #BagiandariRASA

  • WpView
    Reads 1,064
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
Holaaa Tyers!! aku balik lagi dengan cerita baruuuu.. Aku membuat sequel dari ceritaku sebelumnya ya, ini bisa dibaca terpisah kok. Secara alur dan segalanya sangat jauh dari cerita pertamaku itu ya, karna ini piur konfliknya mereka aja.. Tapi, kalo mau lebih mendalami konflik mereka juga boleh banget baca RASA dulu baru baca Ini yaa.. . . . . . . . . . . . . . . . Anindya Prastiwi Kaliandra tidak pernah sekalipun memikirkan dirinya akan terlibat lebih lama dengan manusia ribet seperti Antara Banusetya. Pria yang menurutnya adalah troublemaker itu menjadi manusia yang tidak pernah ingin ia campuri urusannya, menurut Anin, Tara itu tipe laki-laki yang sama sekali tidak masuk dalam kriterianya, Tara terlalu santai dalam hidup dan Anin sangat membenci pria yang seperti itu. Menurut Antara Banusetya, Anin adalah perempuan sok kuat yang dia temui, manusia seperti Tara justru sangat tidak menginginkan Anin untuk menjadi bagian dari hidupnya. Tara bilang Anin adalah perempuan jelmaan laki-laki, perokok, pemarah dan kelakuan minusnya adalah selalu memakai senakers dan flanel. Tara mana suka dengan penampilan perempuan seperti itu? baginya, tahta perempuan tertinggi dalam hidupnya adalah Mami dan juga Annisa Azalea, pujaan hatinya. Bagaimana jadinya jika kedua orang yang saling membenci dan sangat bertolak belakang ini malah dipermainkan oleh takdir? dan kemudian terjebak dalam sebuah pernikahan yang mengharuskan mereka menjadi pasangan yang harmonis? Si perempuan dengan kelakuan minus, juga laki-laki troublemaker dipersatukan dalam status suami istri. Bisakah keduanya menjalani biduk rumah tangga yang sialnya sangat menyulitkan itu? terlebih untuk Tara yang masih setia dengan perasaan masa lalunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 90 Hari Selingkuh
  • HAPPINESS
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • THE WITCH OF MINE [TAMAT-LENGKAP]
  • My Broken Wife [MDS ¦ 1]✔
  • Suami Kedua #Tamat
  • JODOH salah ngomong
  • May I Love You?
  • Silent, Please! (Re-up)
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA

"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines