| ππ¨ππ¨π’ππ¨π² ππ₯ππ¦ππ§πππ₯ π ππ§ππ’π | | ππ¨π€ππ₯ ππ₯πππ«π§πππ’π ππ§π’π―ππ«π¬π! | Alkisah terciptalah sebuah cerita usang tentang rumah yang di dalamnya ada Danendra bersaudara. Konon kata tetangga samping kanan dan kiri, mereka terlahir sebagai representasi dari berbagai macam warna dunia. Ada si sulung Lintar yang diam-diam tapi menghanyutkan. Thaya yang jadi anak kedua dengan segudang tawa dan kehebohannya. Terus mereka punya Gemma, yang kalau kata orang-orang dewasa dan bijaksana. Lalu si jagoan orang rumah, Bara. Yang gak pernah absen darah tinggi setiap hari. Tapi lebih unik lagi Ais, si manusia cuek bebek yang ternyata punya sifat penakut. Di keluarga Danendra juga ada Theza loh. Si anak polos yang naif dan mudah diboongin. Nah yang terakhir sekaligus penutup silsilah keluarga, ada Sava si jenius suka pamer dan penuh perhitungan. Ketujuhnya hidup bersama dalam satu rumah yang penuh warna dan sukacita. Tapi ternyata, sukacita yang merayapi keluarga itu hanya bersifat fana, tidak kekal dan sementara. Sama halnya dengan warna yang sebelumnya ada di rumah itu. Memudar kemudian menghilang terbawa oleh hempasan takdir dan menyisakan warna monokrom yang tidak terlihat indah sama sekali. Sekarang pertanyaan untuk keluarga Danendra adalah, bagaimana cara mereka memperbaiki sebuah rumah yang kehilangan warna aslinya supaya dapat kembali bersinar seperti sediakala?
More details