TULUS

TULUS

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2024
"Kakak suka lagu tulus ya kak?" tanya seorang perempuan rambut sebahu diikat satu yang sedang duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu di samping seorang lelaki tampan. Lelaki itu membalas hanya dengan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju ucapan gadis disampingnya. "Aku tulus cinta kakak,kakak tau itu,tapi kenapa kak? Kakak ga pernah liat kearah aku?" Setelah mengatakan itu,perempuan itu menghela nafas panjang lelah,jujur dirinya sangat lelah mencintai lelaki ini tetapi rasanya hatinya menolak untuk berhenti menyukainya meskipun sakit sekali rasanya. "Naa,aku anggap kamu sebagai adek aku,umur kita juga jauh,umur kita beda 5 tahun na." lelaki itu menatap frustasi perempuan yang disayanginya yang sudah dianggapnya sebagai saudara,lelaki itu sudah cukup lelah mendengarkan ungkapan cinta perempuan ini,kalau ia hitung-hitung sudah ada 3000 lebih ungkapan cinta yang keluar dari mulut perempuan itu. "Kakk,aku gamau dan gasuka di anggap saudara sama kakak,diluaran sana bahkan banyak mereka - mereka yang memiliki hubungan meskipun umur mereka terpaut jauh kak.Bahkan ada yang beda sepuluh tahun,tapi mereka bisa bersama."puas sudah perempuan itu mengungkapkan kekesalannya kepada lelaki itu,apa katanya tadi?karna umur??? Ck alasan yang membosankan. "Aku tidak menyukaimu,Fana Nalana." jawaban lelaki itu betul-betul seperti jarum menusuk hati. Apa katanya tidak menyukai? Lalu apa perhatiannya selama ini kepadaku? seakan-akan dia sangat mencintaiku. "Kenapa kak?" pertanyaan itu sulit sekali keluar dari tenggorokanku,seakan ada yang mencekat di dalam sana. "Kamu bukan tipeku." Hah? Ada alasan lagi? Apakah aku harus menjadi tipenya? Apakah aku harus merubah diriku sedemikian rupa agar dia melihatku? Aku benci seperti ini,aku benci mengejar cinta dan mengemis seperti ini. Ah sialan, cinta memang bodoh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Is LOVE
  • Zona De Amigos
  • Because I'm Stupid (End)
  • OUR STEP
  • My Diary
  • VIA-AMARA
  • COMPLICATED
  • My Sweet Enemy

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines