ARBANI dia yang terindah

ARBANI dia yang terindah

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 21, 2024
'arbani iqbal albigama' seorang ketos dingin yang jatuh cinta dengan adik kelasnya sendiri ya gadis itu bernama 'cut alice claretta diandra' seorang gadis yang sangat barbar dan tomboy mampu membuat seorang kulkas 12 pintu jatuh cinta padanya secara ugal-ugalan. apakah cinta si ketos akan terbalaskan, oleh gadis yang sudah ia cintai sejak kecil??. tak sampai di situ saja seorang teman mana yang tak syok saat tau temen dekatnya adalah adik tirinya ya cwo itu bernama 'chandra lufi pratama' apakah hubungan pertemanan mereka akan tetap berjalan saat tau semuanya?? "kamu.." ucap pria paruh baya saat menatap arbani. Chandra tampak bingung melihat keduanya yang terbalut emosi apa lagi saat melihat temannya. "kenapa pah?" tanya Chandra berharap mendapatkan jawaban dari papahnya. "di-dia Kaka kamu chan" ucap pria paruh baya terbata-bata. "APA!" sontak chandra ingin meminta penjelasan dari papahnya namun.. "DASAR PRIA BAJINGAN! BRENGSEK SIALAN!" Teriak arbani hingga urat-uratnya menonjol seperti ingin copot. BUGH
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • ARTAN
  • Love boyfriend
  • Dia Adalah Kakak Kelasku
  • COMPLICATED✔️
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Dava&Dena {END}

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines