Story cover for RUSAK by hiicassaa
RUSAK
  • WpView
    GELESEN 23
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 23
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Juli 13, 2024
"Dasar cewe sampah, cewe bekas mati aja Lo sana bangsat, Lo cewe murahan yang gw kenal, harga diri lo letaknya dimana anjing." -Deg sakit tuhan,

"Kamu jadi anak pertama harus bisa merubah  nasib keluarga. Mama gak mau tau gimana pilihan kamu nantinya intinya kamu harus menaikkan derajat keluarga biar kamu bisa berguna untuk adek- adek kamu kedepannya"- harus segitunya ma.

"Antara Lo sama cewe murahan lebih murah Lo, dari sekian cewe murahan diluar sana yang gw tau tapi  malah lebih parah Lo yang gw tau".

"Mama gak mau tau kamu harus putus sama dia karena dia kamu berubah, kamu udah bisa lawan mama kamu sendiri karena dia".

"Pa andai papa tau sesakit itu jadi aku ketika aku punya papa yang dijadikan tempat mengadu malah dituduh adu domba antara papa dan mama".

Cowo setenang dan semanis itu malah jadi sumber luka dan kehancuran. Keluarga? Aku masih punya tapi kehilangan semua perannya mereka hanya tau kesalahanku tapi tidak dengan luka ku.

Fisik, mental, raga semuanya hancur!! karna dia, capek tuhan bolah aku pulang ke pangkuanmu, aku nyerah ragaku ada tapi jiwa ini kosong entah kemana.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie RUSAK zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#278capek
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Puing luka von ummy12
24 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat von zei_llyn
18 Kapitel Laufend
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
THE UNYIELDING  [END] cover
She(r) cover
SYAKIRA how are you? cover
Diantara mereka cover
Yang Terlupakan  cover
Puing luka cover
Full Of Scratches cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Permainan Takdir [TAMAT] cover
ALRIN cover

THE UNYIELDING [END]

48 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

Menceritakan tentang seorang pemuda yang.... ‼️Disclaimer cerita ini pure dari author sendiri mohon maaf apa bila ada kesamaan cerita Happy Reading‼️