RUSAK
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 17, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar cewe sampah, cewe bekas mati aja Lo sana bangsat, Lo cewe murahan yang gw kenal, harga diri lo letaknya dimana anjing." -Deg sakit tuhan, "Kamu jadi anak pertama harus bisa merubah nasib keluarga. Mama gak mau tau gimana pilihan kamu nantinya intinya kamu harus menaikkan derajat keluarga biar kamu bisa berguna untuk adek- adek kamu kedepannya"- harus segitunya ma. "Antara Lo sama cewe murahan lebih murah Lo, dari sekian cewe murahan diluar sana yang gw tau tapi malah lebih parah Lo yang gw tau". "Mama gak mau tau kamu harus putus sama dia karena dia kamu berubah, kamu udah bisa lawan mama kamu sendiri karena dia". "Pa andai papa tau sesakit itu jadi aku ketika aku punya papa yang dijadikan tempat mengadu malah dituduh adu domba antara papa dan mama". Cowo setenang dan semanis itu malah jadi sumber luka dan kehancuran. Keluarga? Aku masih punya tapi kehilangan semua perannya mereka hanya tau kesalahanku tapi tidak dengan luka ku. Fisik, mental, raga semuanya hancur!! karna dia, capek tuhan bolah aku pulang ke pangkuanmu, aku nyerah ragaku ada tapi jiwa ini kosong entah kemana.
All Rights Reserved
#117
rusak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Full Of Scratches
  • 27 FEBRUARI
  • Semesta untuk sean
  • ALRIN
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • I T ' S   M E

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines