Suro Diro (ON GOING)

Suro Diro (ON GOING)

  • WpView
    Reads 2,304
  • WpVote
    Votes 422
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
First Love
Enemies to Lovers
• Cover created by me Wanita itu masih menatap tajam pada sebuah lukisan bumi dan padi yang dimana itu telah diberikan oleh seorang pelukis secara tak terduga. Pelukis itu memberikannya dengan ucapan sebagai hadiah dari sang adipati dari kerajaan Kartasura. Jelas sebuah amarah besar meluap pada wanita itu, kebenciannya terhadap adipati sangat besar, "Aku nyi raden Paradista Renjana Khumari bersumpah akan mempersembahkan kepala sang adipati Barata Samudra kehadapan kaki ayahku, prabu Abisatya." Sumpah Paradista mempunyai latar belakang pada sebuah dendam lama yang telah mempermalukan sang ayah disebuah acara sayembara untuk memperebutkan nyi raden yang jelita dari Kartasura. Namun saat prabu Abisatya datang dengan pakaian sederhana, ia mendapatkan penghinaan besar yang membuat kerajaan Kalingga menjadi buruk dimata kerajaan lain. Maka dari itu dendam Paradista akan berakhir saat kepala anak dari Prabu yang telah mempermalukan sang ayah, dapat di persembahkan. ••• Dilarang memplagiat dalam bentuk apapun karena hak cipta dilindungi undang-undang. # 1 - Sejarah Fiksi (4-Desember-2024) # 1 - Keraton (25-November-2024) # 1 - Prabu (25-November-2024) # 1 - Prameswari (25-November-2024) • Published : 23 November 2024. • Status : On Going. • Picture : AI
All Rights Reserved
#4
kebaikan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝓢𝓪𝓼𝓶𝓲𝓽𝓪 𝓝𝓲𝓷𝓰 𝓐𝓳𝓲𝓷𝓲𝓷𝓰 𝓓𝓲𝓻𝓲  [END]
  • Possessive Samudera [Selesai]
  • Didhelikake ing Padjajaran (Selesai)
  • Rahasia di Balik Keraton
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Terjebak Di Masa Depan (TAMAT)
  • The Perfect Bouquet
  • Hening Dalam Luka
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai

Di tengah megahnya kehidupan Keraton Mataram pada pertengahan abad ke-19, lahirlah seorang putri berdarah biru bernama Dewi Ajeng Triana Pujangga. Sejak hari kelahirannya, ia dipercaya membawa sasmita-pertanda gaib-yang diyakini akan mengubah takdir keraton. Tumbuh dalam lingkaran adat, kekuasaan, dan pengharapan besar dari sang ayah, Gusti Kanjeng Prabu, Ajeng dididik untuk menjadi lambang kehormatan dan penerus nilai-nilai leluhur. Namun jauh di dalam batinnya, berkecamuk pertanyaan: Apakah harga diri sejati berasal dari darah biru, atau dari pilihan untuk berani melawan ketidakadilan? Ketika rahasia lama keraton terkuak dan kekuatan spiritualnya mulai tumbuh, Ajeng dihadapkan pada dilema antara menjalankan takdir yang diwariskan, atau memilih jalan sendiri sebagai perempuan Jawa yang ingin bebas menentukan laku hidupnya. Dalam perjalanannya, ia bersinggungan dengan dunia luar, mengalami cinta yang ditentang, pengkhianatan di dalam istana, serta pertemuan dengan guru-guru spiritual yang menuntunnya memahami makna sejati dari ajining diri-harga diri bukan karena warisan, tetapi karena laku hidup yang dijalani. Sasmita Ning Ajining Diri adalah kisah tentang keberanian seorang perempuan melampaui batas-batas adat, menelisik makna luhur dari harga diri, dan memilih jalannya sendiri dalam pusaran kekuasaan, cinta, serta takdir yang telah digariskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines