Story cover for Another World : Dream Creatures by FayHima915
Another World : Dream Creatures
  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 13, 2024
Disisi lain dari kehidupan ini sebenarnya ada kehidupan lain yang tidak kita ketahui.

"Itu hanya mimpi, jangan terlalu memikirkannya," ucap sang mama.
"Tapi itu terasa sangat nyata ma, seperti bukan mimpi," sanggah gadis itu.

Sebenarnya dunia itu ada dan nyata, mereka hanya mengklamufasekannya lewat mimpi, seolah-olah semua kejadian nyata itu hanyalah mimpi.

"Salah satu cara, kamu harus mengacaukan mimpi itu untuk memancing sang makhluk keluar dari dunianya," pria itu memberitahu.
"Masuk ke dunia mimpi? Apakah itu mungkin?" Gadis itu bertanya.
"Sangatlah mungkin, karena hanya kamu dan orang yang terpilih saja yang bisa masuk kesana," ucap pria tampan itu.

Cast :
1. Gretha Shavonne
2. Julian Kinsley
3. Lionard Shamus


^ Don't judge a book by the cover! ^

⚠️ Disclaimer :
Genre dari cerita ini adalah fantasy romance, thiller, dan mystery. Adapun isi dari cerita ini murni dari hasil pemikiran author sendiri, yang terinspirasi dari pengalaman mimpi buruk yang pernah author alami, jadi jika menemukan cerita dengan alur yang sama berarti itu plagiat ya gaes..!! Dan ingat cerita ini hanya ada di wattpad.

Start : Oktober 2024

* Cover dan foto yang ada didalam cerita ini bersumber dari pinterest *
All Rights Reserved
Sign up to add Another World : Dream Creatures to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ) by Erchill112
12 parts Ongoing
Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))
Shatara [SUDAH TERBIT] by Syavirairmayani
25 parts Complete
"Sebuah kisah persahabatan yang merubah kehidupan." Perjalanan hidup Eysha, seorang gadis kecil di usianya yang masih belia, ia harus merasakan perjuangan hidup saat ditolak oleh dunia. Manusia sejuta fobia, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan dirinya. Akibat memori masa lalu yang buruk, meninggalkan ketakutan dalam ingatan, membuat dirinya trauma akan berbagai hal. Salah satunya, Social Anxiety Disorder atau fobia dalam bersosialisai. Banyak orang yang menganggapnya bisu bahkan tidak waras, karena Eysha selalu panik saat berada dalam keramaian. Ia menganggap dirinya sampah, seperti yang dikatakan teman-temannya. Tidak ada seorang pun yang peduli, sementara rintangan hidup yang terus bertambah memaksanya untuk menyerah. Pengkhianatan dari sahabatnya meninggalkan luka yang amat dalam di hatinya, membuatnya tak percaya lagi akan hadirnya sahabat sejati. Baginya sahabat adalah orang bertopeng, ketika topengnya dibuka, pengkhianatlah yang ada dibaliknya. Sampai seseorang datang, dengan pertemuan yang tidak biasa. Merubah diri yang semula dianggap sampah menjadi berlian. Siapa dia? Apakah dia benar-benar tulus, atau hanya lakonnya di panggung sandiwara? "Percaya padaku. Aku akan membawamu, pergi dari duniamu yang kelam. Seperti mimpimu selama ini. Aku akan membuatnya menjadi nyata. Hilangkan rasa takutmu, itu hanya akan membuatmu jatuh semakin dalam. Apa pun yang terjadi, kita akan bersama. Temukan aku, genggam tanganku." Beberapa part terakhir dihapus, untuk kepentingan penerbitan.
You may also like
Slide 1 of 9
LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING ) cover
Kutukan Tumbal cover
Disguise Of A Girl Into A Boy cover
Tiga Nama, Dua Dosa cover
The Abyssal Three cover
Trouble Corazón ( Masalah Hati Kita) (END)  cover
Shatara [SUDAH TERBIT] cover
𝓓𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓣𝓾𝓫𝓾𝓱𝓶𝓾, 𝓐𝓴𝓾 𝓗𝓲𝓵𝓪𝓷𝓰 cover
Artaratha cover

LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )

12 parts Ongoing

Bianca, Erick, dan Ryan terlempar ke dalam sesuatu yang bukan dunia-bukan pula mimpi. Sebuah limbo. Tempat di mana realitas tak lagi punya bentuk, dan logika dibungkam oleh kekacauan. Di sana, waktu berjalan tanpa arah. Langit berubah warna sesuka hati, tanah bisa menghilang di bawah kaki, dan udara terasa seperti bisikan ketakutan yang berulang-terus, dan terus. Mereka tidak tahu dari mana semua ini bermula. Yang mereka tahu, sesuatu sedang mengejar. Selalu. Tidak pernah jauh. Sesuatu yang tidak memiliki wajah, tapi membawa kegelapan yang bisa mencuri isi dada manusia. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam, ke dalam lorong-lorong hampa, ke ruang yang berbisik, ke tempat di mana tragedi adalah matahari yang terbit setiap pagi. Jantung mereka berdetak seperti genderang perang, darah berdegup kencang tanpa sebab, dan pelan-pelan, rasa cemas berubah menjadi putus asa-menyusup ke tulang, menguasai jiwa yang letih untuk terus melawan. Mereka mencari jalan keluar. Terus berjalan meski mata tak sanggup lagi membedakan kenyataan dari ilusi. Petunjuk demi petunjuk muncul dalam bentuk yang ganjil: lukisan berdarah, suara anak kecil menangis, jam yang berputar mundur. Dan perlahan, mereka mulai menyadari-dunia ini bukan hanya tempat, tapi cermin retak dari kebenaran yang tak pernah mereka sangka. Apa yang mereka temukan bukan penyelamatan, melainkan jawaban. Dan seperti semua jawaban dalam mimpi buruk, ia datang dengan harga: luka yang tak pernah bisa disembuhkan. Ini bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ini adalah kenangan yang tertanam, membekas, menoreh, membuat mereka mengerti satu hal: Beberapa pintu, tidak pernah seharusnya dibuka. ( REVISI SETELAH TAMAT :))