"Ichiji, berhenti di sini."
"Lagi ? Apa ini semacam test ? Jika aku meninggalkanmu di sini, kau akan mengejarku dan memukuliku."
"Kau pikir aku ini apa ? Cepat pergi."
"B-baik."
Suara gemerincing lonceng kecil yang dipasang di atas pintu sebuah kafe berdering karena seseorang membuka pintunya.
"Selamat data..." Suaranya menggantung tanpa menyelesaikan kalimatnya, karena ternyata yang datang adalah pria bermata biru hyperactive.
"Yo ! Utahime."
"Ck, mau apa lagi ?"
"Begitukah caramu menyambut pelanggan ?" Tanpa mempedulikan raut kesal wajah lawan bicaranya, pria itu duduk di kursi tinggi dan bertopang dagu dengan satu tangannya.
"Kau adalah pelanggan yang paling menyebalkan. Jadi, cepat pergi dari sini."
"Tidak mau."
"Kenapa ?"
"Karena aku suka berada di sini. Bersamamu."
Gadis itu nampak begitu anggun meski hanya memakai T-shirt warna kuning dengan kaca mata nangkring manis dihidung mancungnya, tubuhnya tinggi semapai dengan kulit putih halus, hidungnya mancung, matanya begitu indah dengan mulut mungil berwarna ranum alami. Dia berjalan keluar dari bandara tapi tubuhnya seakan terpental ketika bertabrakan dengan seorang lelaki. Ya lelaki yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia melihat lelaki yang bisa membuat wajahnya merona meski hanya ditatap.
"sumimasen, anata wa daijoubu desu ka?" ("ma'af, anda tidak apa-apa?") tanya lelaki beralis hitam itu, wajahnya putih mulus dengan mata sedikit sipit, nampak terlihat campuran dari beberapa negara terlihat jelas diwajahnya.
"hai, daijoubu desu." ("ya, saya tak apa-apa") jawab wanita cantik yang berhasil membuat lelaki itu diam-diam kagum untuk beberapa saat.
"stefaaaan..." "sakuraaa...." teriakan yang hampir bersamaan ditempat yang berbeda, membuat mereka berdua melangkah kearah yang berbeda, sebelum sakura melangkah jauh kakinya terhenti, dengan cepat dia membalikkan badannya dan memanggil lelaki yang disebut stefan itu.
"Chotto matte kudasai." ("tolong Tunggu sebentar'') kata sakura membuat stefan terhenti.
"nani?"
"aku anggap tabrakan ini sebagai hal yang kebetulan, jika suatu saat aku bertemu denganmu secara tak sengaja untuk yang kedua kali aku anggap itu sebagai takdir, dan jangan sampai kita bertemu secara kebetulan untuk yang ketiga kali, karena aku tak akan tinggal diam tuan, karena aku akan menganggap itu sebagai jodoh" kata sakura langsung pergi meninggalkan stefan yang masih mematung dengan ucapannya.
warning: konten 18++