Once Upon a Dream

Once Upon a Dream

  • WpView
    Reads 1,312
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing3h 26m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 6, 2025
~ Renea, the bride who never was ~ Tiga kali gagal dalam pernikahan, Renea merasa dipermalukan oleh takdir yang seolah sedang mengejeknya dari atas sana. Renea hanyalah seorang wanita yang ingin memiliki akhir bahagia seperti putri dongeng. But does every princess truly get her happy ending? Ketika rasa putus asa mengambil alih duka dan segala rasa sakitnya, dalam balutan gaun pengantinnya Renea dikubur setelah melalui depresi berkepanjangan. _____________________ Namun rupanya, Takdir belum selesai dengan Renea. Wanita malang itu harus mengalami kemalangan lagi di kehidupan keduanya, diceraikan oleh suaminya seorang Marquess yang selama ini berselingkuh. Sampai dimana Renea bertemu dengan pria sinting yang mencoba masuk ke dalam hidupnya yang terkutuk. "Apa yang dilakukan seorang Lady di sini? Mau bunuh diri?" "Bukan urusan Anda," Pria itu menarik senyum tipis dengan mata menyipit. "Daripada bunuh diri, lebih baik kau menikah denganku."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Aku Tunggu Tanpa Janji
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • 𝑷𝑹𝑬𝑪𝑰𝑶𝑼𝑺 𝑳𝑶𝑽𝑬 | C
  • loveholic
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]

| POV ABANG KEDAI 📖 Sinopsis: Aku bukan siapa-siapa. Hanya pekerja biasa di sebuah kedai makan kecil. Tapi entah kenapa, sejak hari pertama dia datang dengan keluarganya. Aku rasa waktu aku mula bergerak ikut dia, bukan ikut jam dinding dapur. Dia selalu duduk di meja yang sama. Selalu dengan cara dia tunduk bila senyum. Dan aku, dari balik pintu dapur atau sambil bancuh air, tak pernah gagal perhati. Aku tak tahu nama dia. Tapi aku tahu suara dia bila pesan air suam. Aku tahu cara dia gelak bila main dengan adik dia. Aku tahu dia muncung bila tak puas hati dan aku jatuh hati pada semua tu. Kawan-kawan aku selalu perli. "Kalau suka, tegurlah." Tapi aku cuma senyum. Tegur macam mana, kalau aku sendiri pun takut bayang dia hilang bila aku terlalu dekat? Ini bukan cinta biasa. Ini tentang aku, yang hanya mampu jatuh hati dari jauh dan berharap, satu hari nanti bila dia datang lagi, aku ada cukup berani untuk kata "Saya tunggu awak, sejak lama dulu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines