When Hearts Collide

When Hearts Collide

  • WpView
    Reads 31,641
  • WpVote
    Votes 1,782
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 1, 2025
Sebagai salah satu staf paling teliti dan andal di Luminous Jewelry, anak perusahaan terkemuka dari The Gold Diamond Group. Kanina selalu menjalankan tugasnya tanpa cela. Kariernya stabil, hidupnya tenang, dan yang terpenting: dia jauh dari segala bentuk drama romansa kantor yang memusingkan. At least, that's what she thought. Semua berubah ketika ia melenggang memasuki ruangan tertinggi di kantor, ruangan milik Arzeno Kaivandra Yudistira. Sang Presiden Direktur. CEO muda penuh kharisma, tampan, dan... notoriously single. Sosok yang selalu menjadi perbincangan hangat di setiap sudut kantor, dan diam-diam, sumber kekacauan emosional bagi banyak wanita di Luminous. Tapi hari itu, Zeno-begitu semua orang memanggilnya-tidak memanggil Kanina untuk urusan pekerjaan. Kalimat yang keluar dari mulut pria itu sukses menghentikan denyut waktu. "Besok malam saya akan datang ke rumah kamu... untuk melamar." It was not a question. It was a declaration. Dan seketika, hidup Kanina yang tenang berubah menjadi medan tabrakan dua hati, penuh rahasia masa lalu, konflik internal, dan perasaan-perasaan yang terlalu sulit untuk diabaikan. Sebab cinta kadang datang... bukan dengan pertanyaan. Tapi dengan keputusan.*
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mr. Right For Now
  • Irreplaceable You [✓]
  • Meet Again .
  • Beautiful Madness (21+) - The "B" Series #1✔
  • DIJODOHIN?!
  • MEMORABLE [COMPLETE]
  • [END] Peeking Past Foliage
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]
  • Yes, Sir!
  • It's Always Been You✔️

[BACA SAAT ON GOING. INTERMEZZO PART DIHAPUS 1X24 JAM SETELAH PUBLISHED] May contain some mature convos and scenes. "Aku akan bayar semua hutang kamu, asal kamu menikah denganku." Aku tidak tahu bagaimana mengurus anak, juga tidak tertarik untuk melakukannya biarpun usiaku sudah menginjak 24 tahun. Tapi aku harus bisa sekarang sebagai balasan untuk perjanjian yang aku dan Ekata lakukan. Bayi di depanku ini tidak bisa dikatakan jelek. Apalagi dengan mata bulat dan besarnya, serta pipi bulat, dan rambut ikal berwarna cokelat tua. Tangannya yang seperti logo ban berwarna putih yang berlipat-lipat itu berusaha meraih mainan berbentuk bintang yang menggantung di atas kepala. Dia, Alma, lucu dan dia anaknya Ekata, suamiku. Bingung, kan? Sama, aku juga. Jadi, ini awal mula bagaimana aku, Adina, terjebak di benang kusut yang aku buat. Lalu semakin kusut setelah ibu kandung dari Alma datang dan memintanya kembali. GENG BUAYA SERIES #2

More details
WpActionLinkContent Guidelines