We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FORGIVEN
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 23, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"shalat apa, kak?" "Shalat jenazah, ini gua bonceng calon mayatnya" "eh, hahah" Pindah sekolah ke sekolah Elite merupakan salah satu impian seorang remaja, termasuk Laila. Beberapa hal menarik terjadi saat ia memasuki sekolah itu. Mulai dari menjadi Waketos dadakan tanpa kontes apapun sampai teror yang hampir merenggut nyawanya. Kehidupa sekolah yang merupakan masa terindah di siklus kehidupan manusia malah menjadi tragedi mengerikan. Laila tak bisa meyalahkan siapapun karena pada akhirnya dia yang memutuskan untuk berjuang bersama teman-temannya. "lu ga ngerasa kita cuma tumbal?" "lah emang gitu kok" Pengalaman menegangkan itu semakin epic dengan kehadiran seorang senior dingin yang terus berurusan dengannya. Ternyata lelaki itu penuh dendam dan obsesi. "Emang ini bakal ngubah semuanya?" "seenggaknya hidup gua jadi adil" "tuhan tuh maha adil, klo hidup lu ga adil sama aja lu nyalahin tuhan!" "lu tau yang adil buat gua?! Kalau NYAWA dibalas NYAWA, LUKA dibalas LUKA, SKANDAL dibalas SKANDAL. Mau tau apa yang terjadi di setelah itu? yuk simak di sini!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • About feelings   (selesai)
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Davidson || END
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • The Story Of Aghea
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • (Not) A Dream School (On Going)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines