Pengorbanan Tersenyum

Pengorbanan Tersenyum

  • WpView
    Membaca 85
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Sep 25, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sama seperti wanita lain, Soraya juga mengagumi Ravi, seorang kesatria yang dulu pernah jadi sahabatnya. Entah apa yang salah, Ravi mulai menjauhinya sejak usia mereka 12 tahun. Melihat perubahan dari sahabatnya itu, Soraya ingin mencari tahu kenapa Ravi sudah tidak perduli dan semakin dingin padanya. Tak hanya masalah itu, Soraya harus menghadapi ketakutannya seorang diri, karena ia merasa selalu diawasi oleh pria bisu bertopeng yang baru ia kenal. Siapa pria itu? Apakah Ravi ingin membantunya kali ini? Cerita ini sudah tamat di KaryaKarsa!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#941
pengorbanan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • AZRAN DENGAN KISAH NYA
  • Ungkapan Hati
  • diagnosis hati
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Dosa dan Kenikmatan
  • She's Like a Eucalyptus [TERBIT]
  • The Element Knights (Perjalanan Mengungkap Masa Lampau)
  • Sebatas Memeluk Raga.
  • Tentang Cia | end

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan