I am not Marionette

I am not Marionette

  • WpView
    Reads 528
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2024
Tantangan adalah hal yang selalu aku hindari dalam hidupku. Hal itu membuatku harus merasakan banyak penyesalan yang tak ingin aku ulang kembali. Mataku menatap bangunan kokoh ini dengan banyaknya sejarah masa lalu yang membuatku segan dan merasa hidup. Tawa kala itu masih terdengar jelas sebelum aku melewati semua hal berliku dalam perjalanku hingga ke titik ini. "Dhaniya!" suara itu membuatku tersenyum saat aku menoleh menatap sosoknya. Pria yang pernah singgah di hatiku dan pergi untuk menjemput pilihannya yang ia perjuangkan mati-matian. "Yusuf?" "Aku disini," suara lainnya terdengar menggema di indera pendengaranku saat kurasakan tangan hangatnya menggenggam tanganku dengan lembut. Wajahnya berseri dengan tatapan teduh yang selalu membuatku merasa tak percaya bahwa aku telah menemukan jalan yang aku impikan. Aku menunduk dengan cadar yang menutupi wajahku dengan bayangan saat kakiku menginjak banyak negara demi menjadi seperti aku yang saat ini berada di tempat ini. "17 tahun, akhirnya aku kembali," gumamku dengan mata berkilau kala menatap bangunan itu. "Aku berhasil Zhaf. Terima kasih sudah mengajarkanku sebuah makna kehidupan yang sebenarnya," gumam hatiku kala mataku menatap indahnya bangunan itu di bawah langit berawan yang cerah.
All Rights Reserved
#337
western
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • DEARWA [END]
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • My Heart Called For You
  • senja di matamu
  • That Day: Long Before
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • My Quuen is Bad Gril
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines