KAMU YANG ABADI (on going)

KAMU YANG ABADI (on going)

  • WpView
    Membaca 405
  • WpVote
    Vote 169
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 9, 2024
Ini tentang dua orang manusia yang berjanji untuk saling mencintai walau tuhan tidak lagi mengijinkan mereka untuk bersama. Ini tentang aku, kamu, dan kisah hidup kita. dan selamat abadi di dalam ingatan ku. ________________________________________ "Saka ku abadikan kisah kita dalam karya ku." #star 20-july-2024 #konflik ringan #di larang keras buat plagiat #plagiat mending minggat #berani plagiat berani tanggung jawab
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • (✔) Save Me Please!!
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • TEMEN RASA PACAR
  • Betranneth & Friends
  • Soft After Storm
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan