Lisa Masih Ada (Hold On)

Lisa Masih Ada (Hold On)

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing54m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2024
Seketika, hening menemani suasana. Gelap, namun angka jam baru menunjukkan 10 pagi tepat. Redup dan suram, walhal bukan mendung. Beratusan pelajar disini, namun yang bersuara hanyalah angin tetapi tidak dingin. Memerhati di segenap sudut, semua masih diam membisu. Terkelu dan terkaku. Semakin lama, kipas gergasi yang melekat pada bumbung dewan ini berputar dengan laju yang teramat. Sehinggakan wayar yang menyokong kipas ini seakan akan tidak mampu untuk menampungnya. Percikan api mula kelihatan di sekitar badan kipas itu. Dan akhirnya saat yang ditunggu, kipas gergasi itu akhirnya jatuh menghempap dewan menghentikan suasana yang kaku tadi berubah menjadi suasana yang kabut. Lebih malang lagi ada yang tidak sempat menyelamatkan dari. Hari ini, dewan Sekolah Melati Putih dihiasi dengan warna warna pekatnya darah, ditemani dengan anggota yang bersepai akibat dicincang dengan bilah kipas gergasi itu. Masih membisu, hanya ditemani dengan bunyi nafas yang kencang serta degupan jantung yang laju. Sehinggalah bunyi jeritan yang nyaring disudut dewan memecahkan kesunyian. "Wahai Laskar-laskar kerajaan jasad, tunduk lah engkau dengan hawa nafsu! Nikmati saja dunia ini, nescaya kamu takkan rugi! "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Iblis Yang Mengetahui Nama Saya
  • What If I Never Met You
  • Rindu Itu Luka
  • THE MARIONETTE GAME
  • Resah
  • SUARA DARI SEPARUH JIWA
  • Bumi
  • Trauma
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • My Best Mama

"Seseorang dari masa lalumu sedang mencoba menarik..." "...menarikmu kembali, " wanita itu menyelesaikan kalimatnya dengan suara pelan, matanya melirik ke arah jalan di belakangmu seolah-olah mengharapkan sebuah bayangan muncul dari kegelapan. Sebuah sensasi dingin merayap di sepanjang tulang punggungmu. Jari-jarimu menggenggam tas lebih erat. "Apa maksudmu?" Ia ragu-hanya sepersekian detik, tapi cukup terasa. "Berhati-hatilah pada siapa yang kamu percaya," gumamnya. "Beberapa ikatan dari masa lalu tidak benar-benar terputus... mereka hanya menunggu." Sebelum kamu sempat menjawab, suara mesin mobil menggeram. Pintu tertutup keras, dan ia melaju pergi, meninggalkan aroma bensin dan ketegangan di udara. Kamu berdiri di sana, napasmu tertahan. Seseorang dari masa lalumu? Menarikku kembali? Siapa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines