Pernikahan akan dilaksanakan beberapa jam lagi, bahkan beberapa tamu termasuk kolega bisnis dari kedua belah pihak keluarga sudah memenuhi aula tempat di laksanakannya pernikahan tersebut, namun tepat pada hari itu sang pengantin wanita yang tak kunjung tiba ternyata mengalami kecelakaan yang menewaskannya di tempat kejadian.
Walau menerima berita tersebut, keluarga tetap memutuskan melanjutkan pernikahan dengan menunjuk adik dari pengantin wanita untuk menggantikan kakaknya, walau sang pria tak setuju karena sang kekasih baru saja dinyatakan meninggal dunia lelaki itu tak punya pilihan selain menurut dan pasrah.
Cinta mereka tidak setara. Pernikahan mereka diambang perceraian. Ketika kata cinta datang terlambat, semuanya hampir tidak selamat.
"Saya membebaskan kamu sekarang. Mulai hari ini terserah kamu mau melakukan apa sebab saya tidak akan peduli dengan semua yang kamu lakukan." -Hestama Satrio Hadipradja.
"Selamat atas kabar pernikahan kamu dan Serana. Semoga kamu dan dia bahagia selamanya." -Catradewi Haruna Rihayu.