We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SCARS (Sudah Terbit)

SCARS (Sudah Terbit)

  • WpView
    Reads 6,810
  • WpVote
    Votes 870
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku ingin kamu hidup. Walau pahit, walau sakit ... tapi ketika kamu masih bernapas, kamu memiliki kesempatan untuk bahagia." Inka pernah melewati jalan yang gelap, lalu Bintang datang dengan sinarnya yang terang. Dia memberikan dunianya untuk Inka, namun karena kesalahan di masa lalunya ... Inka pergi menghilang. Inka merelakan kebahagiaannya untuk orang lain. Sementara Bintang terbelenggu oleh rasa bersalah yang menghantui dirinya seumur hidup. Mereka pernah percaya, tidak ada hal yang perlu ditakutkan saat mereka ada untuk satu sama lain. Janji itu perlahan pupus bersama waktu yang berlalu. Namun, bertahun kemudian ... jalinan takdir membawa mereka pada garis yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  •  HAZELA
  • Starlight
  • Arsyilazka
  • Auristela
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • BUNGA CINTA DILEMA (BCD)
  • About SAMANTHA
  • She, ADARA QIANA
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines