Jay Axelle Dirgantara

Jay Axelle Dirgantara

  • WpView
    LECTURES 1,550
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., oct. 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Aku lebih memilih menangis dan merasakan kesedihan, bagiku itulah yang seharusnya dilakukan. Bagiku kesedihan adalah hal yang tidak perlu ditutupi dengan senyuman, memang apa gunanya senyuman yang sebenarnya berisi kesakitan-kesakitan yang menyesakkan? Aku tahu akan ada hari-hari membahagiakan setelah ini, tapi aku juga akan tetap menikmati kesedihan yang aku rasakan saat ini. Bagaimana bisa aku tetap tersenyum disaat keadaanku benar-benar hancur? Bagaimana bisa aku berkata pada dunia bahkan pada orang lain bahwa aku ini baik -baik saja padahal yang sebenarnya terjadi pada diriku adalah patah yang rasanya sulit sekali untuk disembuhkan. Itu kata-kata yang selalu di pikirkan oleh pria tampan bermata elang, yang bernama Jay Axelle Dirgantara .
Tous Droits Réservés
#369
elena
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • EPIPHANY
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • REVANO UNTUK REVA
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • [✓] Denata | Jaehyun (SELESAI)
  • ALSTARAN [END]
  • You're Here, But Not For Me
  • Diary Zofanya
  • Goodbye Alaska [END]
  • Effort 2 [ Completed ]
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu