Jay Axelle Dirgantara

Jay Axelle Dirgantara

  • WpView
    Reads 1,477
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2024
Aku lebih memilih menangis dan merasakan kesedihan, bagiku itulah yang seharusnya dilakukan. Bagiku kesedihan adalah hal yang tidak perlu ditutupi dengan senyuman, memang apa gunanya senyuman yang sebenarnya berisi kesakitan-kesakitan yang menyesakkan? Aku tahu akan ada hari-hari membahagiakan setelah ini, tapi aku juga akan tetap menikmati kesedihan yang aku rasakan saat ini. Bagaimana bisa aku tetap tersenyum disaat keadaanku benar-benar hancur? Bagaimana bisa aku berkata pada dunia bahkan pada orang lain bahwa aku ini baik -baik saja padahal yang sebenarnya terjadi pada diriku adalah patah yang rasanya sulit sekali untuk disembuhkan. Itu kata-kata yang selalu di pikirkan oleh pria tampan bermata elang, yang bernama Jay Axelle Dirgantara .
All Rights Reserved
#360
elena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Alaska [END]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  •  List Harian Jay
  • KAY.EL STORY||END||
  • ALSTARAN [END]
  • []SEGIEMPAT KEHIDUPAN[]
  • TAK BERSAMBUT
  • You're Here, But Not For Me
  • Matahari

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

More details
WpActionLinkContent Guidelines