Love behind Wounds

Love behind Wounds

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini based on true story Cinta bagaikan kaki yang harusnya berjalan bersama saling melengkapi bukannya yang satu ingin terus melangkah sendangkan yang lain ingin berdiam, jika hanya salah satu yang berjalan maka ia akan pincang dan terseok demikianlah cinta yang indah akan berujung kesakitan. "Kamu prioritasku dengan caraku sendiri" tegas pria berhoodie hitam diatas motornya yang masih menyala berisik. "Aku lelah jika harus berjuang sendirian! Caramu menyakitiku! " teriaknya ditengah guyuran hujan dan setelah itu ditinggalnya ia sendirian sambil menangis sendu. "Sabarlah saya yang akan menyembuhkan lukamu" ujar pria dengan kaca mata bertengger dihidung mancung saat melihat pertikaian itu dari kejauhan.
All Rights Reserved
#798
happy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • RAINKA - SUDAH TERBIT
  • About kevin (End)✅
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • A Fractured Soul
  • Rain Drops ( On Going )
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • No Longer Mate
  • DENNIES

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines