Cinta dan Perang Antarkerajaan

Cinta dan Perang Antarkerajaan

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 18, 2024
"Ini kah yang namanya pergi ke isekai?" karena bangun-bangun, Cinta mendapati dirinya menjadi putri kerajaan. Cinta Wulandari, gadis 17 tahun yang tidak punya ambisi dan tujuan hidup tiba-tiba terbangun menjadi Dyah Pitaloka Citraresmi, yang dalam buku sejarah Indonesia, adalah seorang putri kerajaan Sunda Galuh yang dijodohkan dengan Hayam Wuruk, sang maharaja ke-4 dari kerajaan Majapahit. Menjadi putri kerajaan memang nikmat luar biasa, sampai ia teringat bahwa Dyah Pitaloka akan meninggal begitu perang antarkerajaan terjadi, yang artinya, Cinta juga akan mati. Oleh karena itu, Cinta berusaha untuk mencegah hal tersebut, termasuk menghindari perjodohannya dengan sang Raja, Hayam Wuruk. ______________________________ Mulai: 18 Juli 2024
Todos los derechos reservados
#598
majapahit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GARBHAPATI
  • PITALOKA (Revisi) ✓
  • Armor: Bubat [Completed]
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Majapahit | Cinta Tanpa Akhir (Selesai - Diterbitkan)
  • Privilege [END]
  • Jejak Waktu: Dari Perang Bubat ke Masa Depan
  • Cinta Untuk Sri Rajasanagara
  • RENJANA⚜ ✔
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana

Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung; puja-pujian bagi darah campuran pengkhianat dan pejuang yang bersatu, melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya: Jayanegara-yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tiada sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ia tumbal demi kemurnian tahta, kekuasaan fana yang ditebus leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan singgasana yang berlumur durhaka. Dan kini, ramalan menggantung di ubun-ubunnya: wafatnya akan seiring dengan kecewanya Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisnya yang patah, mendengar amuknya yang terpendam dalam sunyi; dendam disemai, dan segala kutukan Kala menghantam jiwanya tanpa ampun. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, mengutuk setiap tapak yang ia tinggalkan di bumi. Namun Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-Nya yang menggelegar, mengabulkan doa-doa Jayanegara yang terisak di antara dupa dan darah: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad ke-21, mengembara mencari cintanya yang hilang, memungut serpihan jiwa yang telah lama lenyap, di bawah bayang-bayang Kala Ratri yang tak pernah tidur. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido