MODULATION

MODULATION

  • WpView
    Reads 2,607
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Suara merdu nan indah milik Katherine Laura Wibisana menggelitik telinga Aziel Devanka Ambara untuk mengajak gadis itu berkolaborasi dengan permainan gitarnya dan alat musik lainnya. BROOKATHE butuh vokalis untuk melengkapi band yang baru dibuat oleh Aziel tersebut. Diajak lah Laura oleh Aziel untuk dijadikannya sebagai vokalis. "Gak Jiel, gue gak mau. Suara gue jeleeek." "Siapa bilang?" "Gue." "Ya siapa juga yang bilang bagus." Alis Laura saling bertaut. Eh, kok nyebelin sih aslinya? Menyesal Laura puji-puji dia kemarin. "Pasti gak ada 'kan yang bilang bagus, selain gua. Orang kuping gua sendiri yang denger suara lo pas nyanyi. Gua pikir ada Meghan Trainor di Bekasi, eh tau-taunya lo." sambung Jiel sembari tersenyum. Did Jiel succeed in getting his Katherine into BROOKATHE?
All Rights Reserved
#109
friendstolover
WpChevronRight
Series

Bekasi Love Story

  • Terlalu Siang [COMPLETED]
    40 parts
  • 27 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Young, Dumb, Stupid
  • Sealen
  • Dear My big Bro • On going
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Cinta Itu Polos?
  • Regen (Telah Terbit)
  • Love Is Music
  • Love in silence
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines