SANTRI MILIK GUS [jilid 2]

SANTRI MILIK GUS [jilid 2]

  • WpView
    Reads 519
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 11, 2025
Kisah sepasang kekasih yang tidak sengaja bertemu dengan awalan kisah yang pahit, namun siapa sangka justru merekalah yang dapat membuat ribuan cerita yang abadi. Apakah mereka mendapat ending yang bagus atau tragis?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Ku Tunggu Khitbah Mu
  • Gus Rizal My Husband [HIATUS]
  • Syaqila Fatimah
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Yang Tercipta di antara Jarak (SOFIA)
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Bidadari,7 Pemuda Dan Tahta Tertinggi

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines