Jalinan Waktu Cinta

Jalinan Waktu Cinta

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 20, 2024
"Jalinan Waktu Cinta" Dua hati yang terikat oleh takdir, terpisahkan oleh waktu. Cici, seorang seniman pemalu yang mendambakan ketenangan, terjebak dalam pusaran cinta yang rumit. Dia telah menyimpan rasa cinta yang dalam untuk Rian, sahabatnya yang penuh semangat dan selalu ceria, namun takdir seolah mempermainkannya. Di tengah kesendiriannya, Cici bertemu dengan seorang pria misterius bernama Arga, yang membawa aura misteri dan pesona yang tak tertahankan. Arga, dengan tatapan mata yang dalam dan senyum yang penuh teka-teki, mengungkap rahasia yang mengejutkan: hubungan Cici dan Rian akan membawa bencana di masa depan. Cici tercengang, hatinya tercabik antara cinta yang tulus untuk Rian dan tanggung jawab untuk menyelamatkan dunia. "Jalinan Waktu Cinta" adalah kisah cinta yang penuh lika-liku, dibumbui dengan misteri dan perjalanan waktu. Cici harus menghadapi dilema yang berat: mengikuti hati atau menyelamatkan dunia dari kehancuran. Arga, dengan rahasia masa depan yang tersembunyi, menjadi kunci untuk mengungkap misteri yang membayangi Cici. Saksikan perjalanan Cici dalam "Jalinan Waktu Cinta", di mana cinta, waktu, dan takdir bersatu dalam sebuah kisah yang penuh emosi dan kejutan.
All Rights Reserved
#184
perjalananwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Cinta Diujung Waktu
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Selesai di Tahun Kelima
  • Cinta Beda Agama
  • RINDU
  • Unexpected Bonds
  • Antara Dendam dan Cinta

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines