Rewind
  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ada yang lebih menyedihkan daripada kehilangan, yaitu memiliki orang lain untuk mengerti. Ini tentang Disha yang berjuang mengembalikan nama baiknya. Sejak mamanya menikah dengan suami sahabatnya sendiri, Disha dicap sebagai anak pelakor. Semua orang menghujat dan menjauhinya, tak terkecuali Dion, kekasihnya sendiri. Disha mulai putus asa dan ingin mengakhiri hidup. Seseorang yang tak dia kenal tiba-tiba muncul dan mengucapkan sesuatu membuatnya meragukan keputusannya. "Kalau lo bunuh diri, kesedihan dan rasa sakit yang lo rasakan nggak akan hilang. Lo cuma mewariskannya kepada orang-orang yang sayang sama lo."
All Rights Reserved
#319
kecelakaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terlalu Baik dalam Ruang Kosong
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • DEA ✓ (WM) TERBIT
  • We're with You
  • JEJAK YANG TAK TERLIHAT
  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • ALEXSA✔
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)

Kalingga selalu dikenal sebagai anak baik. Senyumnya hangat, tutur katanya lembut, dan ia tak pernah menolak untuk membantu siapa pun. Tapi tak ada yang benar-benar tahu di balik semua kebaikan itu, Kalingga menyimpan luka yang dalam, kesepian yang sunyi, dan kelelahan yang tak terlihat oleh siapa pun. Ia tumbuh sebagai people pleaser, memendam keinginan dan perasaannya sendiri demi diterima, disukai, dan dianggap cukup. Namun saat tekanan batin mulai menggerogoti, tubuhnya pun ikut menyerah. Kalingga didiagnosis mengidap penyakit autoimun, dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertanyakan segalanya mulai dari nilai hidupnya, arti kebahagiaan, dan mengapa kebaikan yang ia beri tak pernah cukup untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di tengah keputusasaan, sebuah telepon datang membawa kabar yang mengguncang dunianya. Ibunya, yang selama ini dikatakan telah meninggal, ternyata masih hidup. Dari situlah perjalanan Kalingga berubah menjadi pencarian akan kebenaran, jati diri, dan cinta yang selama ini ia cari di tempat-tempat yang salah. Novel ini adalah potret tentang luka-luka yang tak terlihat, tentang keberanian untuk berhenti menyenangkan semua orang, dan tentang cinta tanpa syarat yang terkadang baru ditemukan saat segalanya runtuh. Dan saat semuanya berakhir, satu pertanyaan tetap menggantung apakah Kalingga akan menemukan dirinya yang sesungguhnya, atau justru kembali tenggelam dalam bayang-bayang orang lain?

More details
WpActionLinkContent Guidelines