Story cover for MOBIUS by ByulAdisk
MOBIUS
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jul 20, 2024
Araya pernah mengharapkan kehidupan kedua yang lebih baik daripada hidup yang dijalaninya. Araya ingin tinggal bersama dan mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Araya selalu menganggap dirinya yang sekarang hanya tersesat dan akan kembali ke dunia aslinya, tidak sampai realita menamparnya.

Kenyataan bahwa dirinya adalah anak yang terbuang di panti asuhan sejak dilahirkan karena orangtua kandung yang tidak menginginkannya. Semakin bertambah umur Araya makin yakin untuk mengubur harapan semu yang selama ini teruntai dibenaknya.

Layaknya pita mobius, hanya memiliki satu sisi permukaan yang memiliki satu batas dan tidak berorientasi. Begitupun hidup Araya yang sudah diatur sedemikian rupa tanpa bisa diubah. 

Araya sudah lupa harapan itu, tiba-tiba keajaiban yang tidak diharapkannya lagi justru terjadi. Araya transmigrasi ke hidup gadis yang sebenarnya memiliki sikap yang hampir sama dengannya namun berbeda kehidupan dengan Araya.

Araya merasa tidak perlu mengubah apapun di kehidupannya yang menjadi karakter pendukung di novel yang berjudul "Athena". Araya cukup menikmati hidup yang belum pernah dirinya rasakan saat menjadi Araya.
All Rights Reserved
Sign up to add MOBIUS to your library and receive updates
or
#64athena
Content Guidelines
You may also like
transmigrasi gadis pemalas[END] by imajinasi_author
32 parts Complete Mature
Tara anatasya nerlyn gadis yang hidupnya sangat sempurna, memiliki kedua orang tuanya yang lengkap dan menyayangi nya, memiliki banyak kekayaan,otak pintar dan wajahnya rupawan yang cantik juga tunangan tampan.namun sayangnya gadis berumur 21 tahun merasa sangat bosan dengan semua itu, sempurna apanya ayolah itu hanya pandangan orang-orang saja nyatanya kedua orang tuanya selalu sangat positif padanya dan tunangannya ah pria bajingan itu sudah pernah tidur dengan salah satu pelayan dirumahnya. namun Tara atau di sapa dengan nama sya selalu merasa bodo amat dengan semua itu,yang di pikiran sya yaitu hidup rebahan tanpa melakukan sesuatu yang merepotkan hingga ajal menjemput. dan permintaan nya menjadi kenyataan yang mana ia mati tersengat listrik,penyebab ia terkena listrik karena kecerobohannya sendiri yang malas mencabut colokan listrik yang terpotong dan sudah beberapa hari di sana,dan saat ia ingin mengambil air tanpa sengaja air itu terjatuh karena tersenggol oleh tangannya sendiri dan jatuh mengenai kabel yang terpotong itu lalu sya tentu saja gadis itu malas membersihkannya dan membiarkan saja hingga suatu hari ia kebelet pipis dan tanpa melihat jalan ia menginjak kabel basah tersebut dan yah ia pun mati. sya bukannya sedih ia malah merasa senangi atas kematiannya namun bukannya masuk ke alam baka ia malah memasuki sebuah novel yang baru beberapa hari lalu ia baca yang berjudul 'my love talia' yang mana cerita itu berisikan kebanyakan adegan dewasa,adegan darah dan bergenre Harem. kesal dan marah bercampur satu,oh ayolah dia hanya ingin bermalas-malasan saja kenapa susah sekali.
You may also like
Slide 1 of 9
A Happy Ending for the Protagonist [COMPLETE] cover
transmigrasi gadis pemalas[END] cover
extra transmigration [End] cover
Heartbeat [END] cover
kenzi laska Abraham cover
Transmigrasi Amora L² cover
MENJADI PUTRI MAFIA  cover
DIA FIGURAN cover
Transmigrasi Jiwa Cantika cover

A Happy Ending for the Protagonist [COMPLETE]

23 parts Complete

[Transmigrasi] Arielle menyerah untuk hidupnya, tenggelam dalam kepasrahaan dunia yang sama sekali tak membiarkannya bahagia. Lalu kembali di permainankan oleh takdir yang membuatnya masuk ke dalam sebuah novel yang mana ia di berikan misi agar bisa mencegah 3 kemalangan yang menimpa protagonis wanita. Apakah ia bisa menuntaskan misinya dan membuat akhir bahagia bagi sang protagonis wanita di saat semua tokoh utama pria malah selalu mencoba menarik perhatiannya? "Ternyata gadis kecil ini hanyalah seekor kucing yang penakut!"