Matahari Dua Sisi

Matahari Dua Sisi

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 1, 2024
Mencintai dan dicintai berarti merasakan matahari dari kedua sisi. -David Viscott Duduk di kursi putih panjang sambil membaca sebuah buku dibawah cahaya rembulan, sampai pada suatu kutipan yang membuat ia bertanya-tanya seketika langsung menutup buku itu. "Jadi jika hanya merasakan matahari satu sisi saja apa itu artinya hanya aku yang mencintai?" gumam Kayla. Perlahan menatap langit yang gelap dihiasi banyak bintang bertebaran membuat Kayla menyadari sesuatu. "Apa selama ini aku salah mendeskripsikan tingkah lakunya itu sebagai rasa suka? Sebenarnya aku bisa saja membaca pikirannya, tapi gak mungkin aku peluk dia tiba-tiba," ujar Kayla. Yah Kalian tidak salah baca, Kayla memang mempunyai kekuatan bisa mengetahui pikiran orang lain saat Kayla memeluknya, itu merupakan rahasia yang hanya diketahui keluarga Kayla saja.
All Rights Reserved
#10
leedohyun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Candlelight (HIATUS)
  • Inojin's Painting Love [END]
  • Rahasia ~ Ninja Misterius{✓}
  • Lonely Tomorrow
  • NOESIS [END]
  • Your Presence_END
  • Not You Or Me But We (End)
  • Langit dan Cahayanya

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines