Arunika & Arthala (END)

Arunika & Arthala (END)

  • WpView
    Leituras 113
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, ago 24, 2025
Ini bukan kisah cintanya Romeo dan Juliet, melainkan kisah seorang laki-laki mencintai seorang gadis yang merupakan sahabatnya. Tentang lelaki yang sangat gemar memotret dan tentang seorang gadis yang gemar sekali melukis. Ia tak mengungkapkan perasaannya, tetapi ia menunjukkan rasa cintanya lewat perhatian kecil, dengan cara menjaganya, dan selalu membuatnya tertawa. Ia hanya tak ingin merusak persahabatannya. Gadis itupun menganggap bahwa kasih sayang yang ditunjukkan hanya sebuah rasa sayang terhadap sahabat, tak lebih. . . DON'T PLAGIARIZE MY STORY‼️ . . Bagaimana kisah keduanya? Yuk baca ceritanya sampai ending yaaa. Jangan lupa follow agar tidak ketinggalan update.
Todos os Direitos Reservados
#9
daisy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Coffee Of My Life
  • RAGARA [ on going ]
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • Asmara Lova✨ || Aespa X 00L Nct Dream (Terbit)
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • My Lovely Maid
  • Rannia√
  • æscape
  • ALL OUR STORY [END] [REVISI]

Sebuah kisah cinta, kisah persahabatan dan kisah keluarga. Kisah yang menceritakan pahitnya kehidupan saat menjadi dirinya. Dia gadis bodoh yang semakin hari terdesak keadaan. Menjerit meminta tolong pada angin yang tak menghiraukannya. Apa mungkin kalian percaya pada keajaiban sebuah kesetiaan dalam penantian panjang? Ibunya mungkin suatu saat akan meninggalkannya dan pria itu mungkin bukan cinta sejatinya, tapi di sudut ruang dalam setitik cahaya yang menjadi satu-satunya harapan, ia mencoba mengukir akhir kisah yang manis. -- Sakit. Rasanya sakit sekali. Aku seperti menggores tubuhku dengan pisau yang kugenggam sendiri. Namun sebelumnya tanpa kusadari, aku terlebih dulu menikamnya. Lalu, bagaimana cara menolongnya sementara tangankupun tak sanggup lagi bergerak? Apa permintaan maaf masih bisa ditoleransi? -COMPLETED-

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo