Coincidence

Coincidence

  • WpView
    LECTURAS 252
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 27, 2024
Kalau seandainya benar ada yang namanya 'Parallels Universe' dengan nama yang sama, circle yang sama, tempat dan detail tidak ada beda. Yang membedakan hanyalah pilihan individualnya. Nasibnya ditentukan dengan pilihannya. Layaknya hidup bagaikan kita berjudi. Apa aku akan tetap memandang perasaan antara perempuan dan laki laki sama seperti hari ini? Apabila diriku di universe lain memilih untuk berubah total untuk tidak menjadi seseorang yang mempertahankan naifnya, apa dia akan melibatkan bahagia untuk hidup atau dia akan tetap hidup tanpa mengandalkan bahagianya? Mungkin dia akan menertawai ku yang sekarang sedang berdiri di Stasiun Manggarai menatap seseorang di peron seberang. Kebetulan macam apa yang membuatku merasa kalah dengan ini semua? Apa diriku yang lain pun menghadapi kebetulan yang sama? Pilihan apa yang dia akan ambil selagi takdir pun tertawa di pojokan sana. "This was meant to be, Nyrah..."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • HE'S COMEBACK
  • why? It's You
  • Kacamata Dimensi
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]
  • Faldhita (GxG Story)
  • Just a memory~ (Lilipan012)
  • Let Me Be The One  ✅
  • You're Here, But Not For Me
  • EGALITER: Twinflame Life Lessons
  • Relationshit (Completed)

Siapa yang tahu kehidupan akan berakhir seperti apa ? Bahagia atau malah nelangsa ? Cinta juga begitu. Siapa sangka kisah pada masa lalu yang kembali hadir, namun membawa kisah baru. Menurutmu, ini akan menjadi bahagia, atau luka ? "Itu gamungkin Yo, aku ga bisa hidup dengan dua pilihan seperti itu. Lebih baik kita udahan aja." Seorang wanita cantik terduduk dengan lesu, menahan tangis yang kini memaksa untuk keluar. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berharap tangisan itu tak terlihat. Tapi nihil, pria dihadapannya sudah terlanjur tahu. "Kalau nanti aku kembali, aku berharap kamu masih menjadi wanita yang sama. Dengan hati yang masih merasa ada aku. Aku pamit." Ucap pria itu kemudian pergi meninggalkan wanitanya yang kini sudah mulai menangis tersedu. Tangisannya tak akan mengubah apapun, kan ? Bahkan mencegah kekasihnya untuk tidak pergi darinya pun, tak mungkin bisa. *** Asilah.R

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido