One Dream

One Dream

  • WpView
    Reads 6,220
  • WpVote
    Votes 666
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2025
"One Dream! Annyeong haseyo, Tomorrow by Together imnida!" Ucapan serempak itu diucapkan dengan raut kesungguhan dan penuh senyum sumringah pada awal debut mereka. Kamera flash menangkap setiap kelima wajah tampan itu. Tak tampak celah pada masing senyumnya. Sempurna. Semua sempurna. Dalam grup beranggotakan lima orang itu, ada model, aktor, mantan anggota survival dan seorang trainee yang belum dikenal. Bahkan ketika nama itu diumumkan akan debut, dunia menolehkan lensanya terfokus pada mereka. Meneliti apakah grup ini layak. Bukannya tak mungkin model dan aktor itu melakukan kesalahan. Mengapa dua mantan anggota survival itu tampak sempurna meski telah gagal debut sebelumnya? Dan siapa yang diperkenalkan tanpa latar belakang itu? "Hanya saja introduksi grup itu terdengar payah. Apakah kita benar benar memiliki satu mimpi yang sama?" "Bukankah kau tidak menginginkannya? Mengapa kita tetap mempertahankannya?" Nyatanya tepat ketika hari debut mereka usai, topeng mereka juga lepas sempurna dari wajah tampan mereka. Memperlihatkan raut tak nyaman, tak suka dan lelah atas segala hal. // Cerita ini hanya fiksi semata. Tak ada hubungannya dengan kehidupan nyata
All Rights Reserved
#17
onedream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ѕᥱ⍴ᥙᥴᥙk Ѕᥙrᥲ𝗍 || Choi Beomgyu
  • FORELSKET
  • " My Fans..., I Love You!! "
  • Don't Go Away
  • Falling Apart | YEONBIN
  • IDOL : The Five Sides of Us
  • Remember My Name | TXT
  • [✓] BE THE SUN | TXT
  • [✓] BE THE STORY | TXT

Beomgyu tidak tau apakah dirinya bahagia atau tidak. Hidup dengan keluarga berkecukupan dan kedua orang tua yang begitu menyayanginya tidak membuat dirinya merasa lega. Belum lagi Yeonjun, sang kakak yang selalu menjaganya dan selalu mendengarkan keluhannya tentang dunia. Laki - laki itu bimbang, namun dunia begitu kejam untuknya yang begitu rapuh. Ketika dirinya sudah tidak sanggup menahan rasa sakit, saat itu pula orang - orang datang padanya dengan senyuman. Memintanya bertahan demi orang yang dia sayangi tanpa memikirkan bagaimana rasa sakit yang dirinya tanggung seorang diri. "Bahkan jika sang mentari tak lagi memancarkan sinarnya, masih ada sang rembulan sebagai penggantinya. Hidup itu terus berputar, kehilangan adalah hal yang wajar. Karena pada akhirnya, kalian akan menyadari bagaimana orang - orang mulai datang menggantikan masa lalu dan kembali mengukir masa depan".

More details
WpActionLinkContent Guidelines