We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SEANDASHA
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Sungguh,sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Ternyata kita diberikan waktu sesingkat itu." "Sean,boleh aku nanya?" Dasha menggeser duduknya lebih mendekat pada Sean. Wajah Sean mendadak sendu menatap gadis yang beberapa bulan ini telah menjadi kekasihnya. "Mau nanya apa?" "Kenapa kamu nggak pernah marah ke aku? Padahal kan aku sering noyor kepala kamu,aku sering cubit kamu,aku sering ngambek,aku sering...ahhh pokoknya aku bukan cewe yang baik buat kamu." Gadis itu menunduk. Sean mengelus lembut rambut Dasha. "Karena aku tau,itu bentuk rasa sayang kamu ke aku." Sampai kapanpun Dasha tidak bisa melupakan momennya bersama Sean. Senyum teduh dari laki-laki itu seolah membuat Dasha perlahan menjauh dari mimpi buruknya selama ini. Namun... Kematian Benar-benar hal buruk bagi Dasha. Ia tidak pernah menyangka jika harus dipisahkan dengan kata keramat itu. Sean.. Yang entah mengapa tiba-tiba berubah menjadi abu. Yang selamanya tidak akan pernah bisa Dasha peluk lagi.
All Rights Reserved
#923
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sakha Sania (End)
  • End & Wait  (Revisi)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Menguntai Senja Reborn.✔ (Lengkap Dan Proses Revisi)
  • Cold Prince
  • DUNIA FLORA
  • Ex or New? [REVISI]
  • Noisy, Fiony. [END]
  • DiaNda (END)

COMPLETED BELUM REVISI __ Sakha menoleh ke arah Sania yang masi mengabaikannya, "Sania .... Maap... Gak lagi deh kaya gitu," mohon Sakha memajukan bibirnya sedih. Sania yang sedari tadi mati-matian menahan tawa melihat ekspresi Sakha kemudian mengangguk sebagai jawaban agar ia tidak melihat ekspresi sedih Sakha yang menggemaskan baginya. "Beneran nih? " antusias Sakha. Ni orang kenapa sih gak kaya biasanya. Apa jangan-jangan.... Batin Sania. Sania memegang kepala Sakha, "KELUAR KAU SETAN! IBLIS! DEMIT! WEWE! MBAK KUNTI! TUYUL! OCONG! And sejenisnya lah bangsad. Keluar kau dari tubuh SUAMI KAMPRET GUE!!!" teriak Sania. Sakha menatap datar Sania. Kenapa lagi ni bocah. Batinnya. "Setan sialan! Keluar gak lo BANGSAD! ALLAHUMMA BARIKLANA FIMA ROZAKTANA WAKINNA AZABANNAR!" menatap tajam Sakha. Sakha menurunkan tangan Sania dari atas kepalanya, "Ck. Kamu kira saya kerasukan? Mana salah doa lagi, " cibir Sakha. Sania membulatkan mata lebar, "Jadi situ gak kerasukan demit? Set dah! Kalo gitu ngapain gue teriak-teriak gak jelas kaya tadi, " gerutu Sania menatap sinis Sakha. Sakha melirik datar Sania, "Cosplay jadi orgil. " ucapnya enteng lalu merebahkan tubuhnya. Sania menatap tajam Sakha yang merebahkan tubuhnya, "Ngomong apa lo tadi kampret! Gue timpuk juga lo!" marah Sania menimpuk Sakha dengan bantal guling. ## Star : 16/8/21 Finis : 31/12/21

More details
WpActionLinkContent Guidelines