Dating Your Academic Rival

Dating Your Academic Rival

  • WpView
    Reads 544
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2024
"Ren," panggil Ms. Amanda. Ren bangkit dari tempat duduknya dan segera berjalan menuju meja Ms. Amanda dengan penuh keyakinan. Saat dia menerima kertas hasil ujiannya, Ms. Amanda tersenyum padanya dan berkata padanya, "Good job, dear." Itu membuat Ren berekspektasi tinggi. Tetapi, saat dia melihat hasil ujiannya, dia segera melihat ke seluruh teman sekelasnya. Bagaimana ini mungkin? Dia mendapatkan nilai 95. Lalu siapa orang yang mendapatkan satu-satunya nilai sempurna kalau bukan dirinya? Saat dia kembali ke tempat duduknya, dia melihat ke sekitar, mengobservasi teman sekelasnya, lalu Ms. Amanda memanggil sebuah nama, "Troya." Nama yang dia tau, tetapi tidak ingat siapa. Ren sudah memiliki firasat buruk, dan itu terbukti ketika Ms. Amanda tersenyum pada lelaki bernama Troya itu. "Congratulations, dear! Keep up the good work!" Dia orangnya. Sejak saat itu, Ren mengingat namanya, dan wajahnya. Troya Norlander.
All Rights Reserved
#828
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inersia
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Gue (Nggak) Jelek! [Completed]
  • Forced to be Yours
  • Kelas A [End]
  • Beauty
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Si Cuek & Si Manis [END]
Inersia

Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja! Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja. Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung. "Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines