SHE'S OUR SISTER

SHE'S OUR SISTER

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Mar 12, 2025
Gelapnya langit malam sama seperti gelapnya kehidupan Nara.Tak ada lampu atau pun pencerahan dari matahari yang masuk melalui jendela-jendela dunianya. Hidupnya yang berantakan semakin rumit saat ia bertemu dengan lelaki tampan yang dengan baik menolong nya kabur dari sang ayah. Dan disitulah hidup Nara semakin hancur layaknya kertas yang telah di rusak lalu dibakar hingga menjadi abu. ***** Ada apa dengan ayah nya Nara? Siapakah lelaki tampan itu? Bagaimana kelanjutan dari kisah Nara? • Kalo mau tauu kejelasannya di tap ya kakakk ceritaa akuu, janlup jugaa vote and komen nyaa yaww. Kalo bisa masukin perpustakaan juga >_< MWEHEHEHEHHEHEHEHEH. Happy reading guys :b
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • DeKaNa (END)
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • MY WRITER [✓]
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Aureus Or Rere (Figuran PPB) TAHAP REVISI
  • ALEYA~~
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines