HUJAN UNTUK RENJANA

HUJAN UNTUK RENJANA

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Coming of Age
Mental Health and Neurodiverse
Bagaimana cara balas Dendam paling baik? Salah kah aku jika membenci Dia, sedang Karena nya, Aku memiliki Semesta paling indah yang tak banyak orang punya. Aku tak mau kebencian ku pada Dia menjadi satu luka baru yang menancap di kalbu, mana kala hatinya masih belum sembuh. Sementara dadaku justru terus berkecamuk, dengan angkara yang setia membara di dada. namun naluri turut serta meminta meredam demi ia sang pelantara Kasih yang memiliki alam sejagat. Karya Tulis ini dibuat sejak 4 tahun lalu, Pada tanggal 23 Agustus 2022 lalu dan sempat ku publish tapi kini ku rombak ulang agar bisa di suguhkan dengan penyampaian yang jauh lebih baik dan tentunya bisa lebih mengena dan relate di hati para pembaca. Ide original milik Rembu_l@ns Don't plagiat !
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perkara Rumpang
  • SHADOW
  • False Hopes
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • Payback's Sweet
  • Wounds in Marriage
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • WHEN DESTINED (END)
  • Dia (Omku) Suamiku (COMPLETED) SEBAGIAN CHAPTERS DIUNPUBLISH YA
  • Silence Of Tears (TERBIT)

Mungkin dari banyaknya irama tawa yang bersuara, ada setitik angan yang terbenam. Perkara rumpang yang masih terbalut sendu berdebu dalam rumah yang tidak nyata. Nyatanya ia tidak pernah benar-benar tahu bahwa cinta bukan sekadar sajak indah, dalam hidupnya yang ia yakini cinta tak akan pernah benar ada untuknya. Terbiasa bernaung dalam tempat gelap. Dia adalah lukanya sendiri juga obatnya sendiri. Mungkin dalam sedikit, hanya sedikit dia masih 'menunggu pulang' ************__ Tambahkan dulu ke library, update akan beriringan. Cerita ini dibuat berdasarkan apa yang terlintas di kepala. Tidak mencuri karya manapun. Tidak menormalisasi plagiasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines